Komisioner KPU Hasyim Asyari. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Komisioner KPU Hasyim Asyari. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

KPU Belum Menyiapkan Saksi untuk Sengketa Pileg

Pemilu Sidang Sengketa Hasil Pileg 2019
Faisal Abdalla • 05 Juli 2019 17:29
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menyiapkan saksi untuk sidang sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) legislatif. KPU baru menyerahkan jawaban dan alat bukti dokumen.
 
"KPU sampai saat ini belum bisa menyampaikan itu (saksi-saksi). Yang pasti disiapkan hari ini adalah dokumen, sepanjang berkaitan dengan kegiatan penghitungan dan rekapitulasi suara," kata Komisioner KPU, Hasyim Asyari di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat, 5 Juli 2019.
 
Hasyim mengatakan KPU masih menunggu pemohon membacakan pokok permohonanya pada sidang pendahuluan. Sidang pendahuluan baru akan digelar mulai 9-12 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah sidang pendahuluan itu, baru diketahui apakah permohonan memenuhi persyaratan formil atau tidak. Jika permohonan terus berlanjut ke tahap pembuktian, KPU baru mengatur strategi mengenai saksi-saksi yang akan dihadirkan.
 
"Apakah perlu kita menyiapkan saksi. Kalau KPU perlu menyiapkan saksi, saksinya yang relevan siapa. Apakah mantan petugas KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara), apakah PPK (pantia pemilihan kecamatan), apakah KPU Kabupaten/Kota, atau siapa yang memang menyaksikan dan mendengarkan sendiri peristiwa yang didalilkan oleh pemohon," ujar Hasyim.
 
KPU telah menyerahkan dokumen jawaban sengketa Pileg dan alat bukti. KPU siap menghadapi sidang pendahuluan PHPU Pileg pekan depan.
 
MK telah mendaftarkan 260 gugatan PHPU Pileg. 260 perkara tersebut terdiri dari 250 perkara PHPU calon anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Sedangkan, 10 perkara PHPU calon anggota DPD.
 
Partai Berkarya menjadi partai yang paling banyak mengajukan sengketa dengan jumlah 35 perkara DPR dan DPRD. Sementara itu, PHPU DPD merupakan gugatan untuk hasil pileg di enam provinsi, yaitu Papua, Papua Barat, Maluku Utara, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tenggara.
 
MK menjadwalkan persidangan pendahuluan sengketa PHPU Pileg digelar pada 9-12 Juli 2019. Sidang pemeriksaan akan digelar pada 15-30 Juli 2019. Pembacaan putusan hasil PHPU Pileg diagendakan pada 6-9 Agustus 2019.
 

(AZF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif