Capres nomor urut 01 Joko Widodo bersama istri Iriana Joko Widodo tiba di lokasi untuk mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri-La, Jakarta. Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso.
Capres nomor urut 01 Joko Widodo bersama istri Iriana Joko Widodo tiba di lokasi untuk mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri-La, Jakarta. Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso.

Jokowi Inginkan 'Pemerintahan Dilan'

Pemilu debat capres pilpres 2019
Husen Miftahudin • 30 Maret 2019 20:49
Jakarta: Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo bertekad untuk merawat dan menjalankan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di bidang pemerintahan, misalnya, calon petahana ini inginkan agar makna Pancasila bisa diterapkan dengan mereformasi pelayanan publik lewat elektronik.
 
"Di bidang pemerintahan, ke depan diperlukan 'Pemerintahan Dilan', Digital Melayani. Oleh sebab itu diperlukan reformasi dalam pelayan publik lewat elektronik," ujar Jokowi dalam debat capres di Hotel Shangrila, Jakarta Pusat, Sabtu, 30 Maret 2019.
 
Menurut Jokowi, reformasi struktural di bidang pemerintahan perlu penajaman dan penyederhanaan kelembangaan, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur, serta reformasi tata kelola.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak sampai di situ, Jokowi juga menginginkan agar makna Pancasila diterapkan dalam bidang petahana. Caranya, dengan meningkatkan dan mengembangkan kualitas SDM Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam hal penguasaan teknologi persenjataan dan siber.
 
"Peningkatan pengembangan kualitas SDM TNI sangat mutlak diperlukan, terutama dalam hal penguasaan teknologi persenjataan dan siber. Karena ke depan perangnya adalah perang teknologi," tegasnya.
 
Oleh karena itu, diperlukan modernisasi perlengkapan alat utama sistem pertahanan (alutsista). "Kalau kita belum mampu, kita bisa melakukan joint produksi dengan negara-negara lain," ungkap Jokowi.
 
Sementara di bidang politik luar negeri, Jokowi ingin agar Indonesia harus tetap berdiri tegak bermartabat. Terlebih situasi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian, multilateralisme yang dilemahkan, hingga proteksionisme yang semakin meningkat.
 
"Indonesia harus berdiri tegak bermartabat dan tetap menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif, bebas menjalankan, memperjuangkan kepentingan-kepentingan nasional, serta aktif dan ikut dalam perdamaian dunia," pungkas Jokowi.
 

(HUS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif