Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jusuf Kalla bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri usai menghadiri rapat kerja nasional Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN-KIK) di Surabaya. Medcom.id/Amaluddin
Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jusuf Kalla bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri usai menghadiri rapat kerja nasional Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN-KIK) di Surabaya. Medcom.id/Amaluddin

JK Harap Jokowi-Ma'ruf Tak Terbuai Survei

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Amaluddin • 27 Oktober 2018 17:22
Surabaya: Elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno unggul di sejumlah survei. Namun, Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jusuf Kalla berpesan pasangan nomor urut 02 itu tidak jemawa.
 
"Saya sudah membaca hasil survei memang bagus, tapi pengalaman Pilpres sebelum-sebelumnya malah terjadi sebaliknya, karena terlalu jemawa," kata pria yang akrab disapa JK ini usai menghadiri rapat kerja nasional Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN-KIK) di Hotel Empire Place, Surabaya, Sabtu, 27 Oktober 2018.
 
Berdasarkan hasil survei terbaru Litbang Kompas yang digelar pada 24 September-5 Oktober 2018. Elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin mencapai 52,6 persen. Sementara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno mendapat 32,7 persen, atau selisih 20 persen dari Jokowi-Ma'ruf.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian hasil survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) yang dilakukan dari tanggal 8 sampai 13 Oktober 2018. Elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf mencapai 54,8 persen, unggul 20 persen dari pasangan Prabowo-Sandi yang mencapai 30,8 persen.
 
JK mengingatkan agar Jokowi-Ma'ruf selalu berhati-hati dalam melangkah untuk memenangkan Pilpres 2019 mendatang. Sebab, menurut JK, hasil survei itu hanya sebagai acuan untuk terus semangat bergerak maju ke depan.
 
"Sebaiknya terus bekerja keras, tapi harus yakin. Dan juga harus hati-hati," ujarnya.
 
JK juga meminta agar Jokowi-JK berhati-hati dan tidak terpengaruh dengan kubu lawan. JK berharap Jokowi-Ma'ruf fokus dan optimistis memenangkan Pilpres 2019 mendatang.
 
"Kubu sebelah memang lebih gencar bicara soal ekonomi. Sementara incumbent (petahana) selalu bicara telah dan akan. Tentu kubu sebelah biasanya berbicara apa yang telah dikerjakan lawannya (Jokowi) selalu salah, dan itu akan begitu terus," kata pria yang juga Wakil Presiden itu.
 

 


 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif