Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) bersalaman dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Foto: MI/ Rommy Pujianto
Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) bersalaman dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Foto: MI/ Rommy Pujianto

Bergabungnya Gerindra ke Koalisi Pemerintah Dinilai Positif

Pemilu pilpres 2019
Damar Iradat • 26 Juni 2019 00:46
Jakarta: Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesodibjo melihat sisi positif dari isu bergabungnya Partai Gerindra ke koalisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Merapatnya Gerindra dinilai akan memperkuat pemerintahan Jokowi pada periode 2019-2024.
 
"Saya rasa kalau makin banyak (partai) merapat ke koalisi, makin bagus, makin solid di DPR kan," kata Hary Tanoe di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019.
 
Ia menilai, jika koalisi pendukung pemerintah semakin solid di legislatif akan berdampak positif. Salah satunya, proses pembuatan Undang-Undang dipercaya lebih cepat rampung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bos MNC Group itu juga menilai, jika Gerindra bergabung, maka akan mempermudah pengawasan anggaran, mengubah dan membuat peraturan. Sehingga, proses tarik ulur yang selama ini kerap berlangsung di DPR tak terjadi lagi.
 
"Kalau makin bersatu, negara ya makin solid, pemerintah makin cepat larinya, membuat peraturan makin cepat, untuk membuat anggaran merubah anggaran pun juga cepat. Tidak perlu tarik ulur ya," jelasnya.
 
Namun begitu, Hary menolak berkomentar soal jatah kursi di kabinet untuk Gerindra jika nantinya bergabung. Menurut dia, hal itu hak prerogatif Jokowi sebagai Presiden.
 
"Kalau itu ranahnya pak Jokowi. Jangan tanya saya. Kalau kabinet itu kan kewenangan Presiden," tegasnya.
 

(JMS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif