Dukung Jokowi tanpa Ancaman
Bakal calon presiden Jokowi dan wakilnya Ma'ruf Amin bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ketua Tim Kampanye Nasional Erick Thohir. Foto/ MI Barry
Jakarta:Tudingan miring yang terus bergulir terkait peralihan dukungan dari sejumlah tokoh kepada Joko Widodo-Ma'ruf Amin karena tekanan dan ancaman tegas disangkal. Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Erick Tohir, mengatakan mereka berpindah ke lain hati semata lantaran unsur kepercayaan.

Penegasan itu disampaikan Erick saat mendampingi Jokowi menghadiri rapat kerja tim kampanye daerah se-Provinsi Lampung di Bandar Lampung, Sabtu, 25 November 2018. Ia menepis tudingan dari kubu Prabowo yang menyebutkan bahwa sejumlah tokoh mengalihkan dukungan dari Prabowo ke Jokowi karena diancam.


"Erick Tohir tidak pernah diancam-ancam dalam mendukung Jokowi-Amin, Yusril Izha Mahendra ataupun Muhammad Lutfi juga begitu. Koalisi mendukung bukan karena diancam, melainkan karena percaya," ujar Erick.

Dukungan tersebut, imbuhnya, juga didasari atas kerja nyata dari Jokowi selama menjabat sebagai presiden. "Kalau kita lihat, presiden kita saat ini sudah bekerja maksimal," tutur dia.

Erick mencontohkan bagaimana kepedulian Jokowi terhadap pembangunan di Lampung, seperti yang ditunjukkan dalam kunjungan kali ini.

"Saat datang ke Lampung, beliau sepakat dengan pimpinan daerah dan rakyat bagaimana bandar udara di Lampung bisa menjadi internasional karena industri pariwisata dan kreatif berkembang," tandas dia.

Jokowi disambut luar biasa oleh masyarakat Lampung. Saat memberikan arahan pada rakerda tim kampanye daerah pun, dia mendampat sambutan antusias dari peserta. Pada kesempatan itu, Jokowi meminta caleg dari partai koalisi untuk turun langsung ke rakyat secaradoor to door.

"Kalau Bapak/Ibu sekalian tidak melakukan yang namanya dari pintu ke pintu, sudah lupakan. Ini medannya sudah berbeda, perubahan pola pikir masyarakat sudah berbeda karena ada media yang namanya media sosial," kata capres nomor urut 01 itu.

Jokowi meminta para caleg menyampaikan program pembangunan yang telah dicapai pemerintah. Jokowi menargetkan, dalam Pilpres 2019, timnya dapat meraih kemenangan minimal 70 persen di Lampung.

Pada Pilpres 2014, Jokowi-Jusuf Kalla mendulang 53,07 persen suara di Lampung.

Dia pun mengingatkan timnya untuk bekerja lebih keras karena hasil survei menunjukkan elektabilitas Jokowi-Amin masih pas-pasan di beberapa tempat. Di Tanggamus, misalnya, cuma 47-48 persen.

Tingkatkan elektabilitas

Setelah di Lampung, hari ini Jokowi akan melakukan serangkaian agenda kerja di Palembang, Sumatra Selatan. Menurut juru bicara TKN Jokowi-Amin, Ace Hasan, kunjungan Jokowi ke Sumatra merupakan bagian dari lawatan sebagai presiden dan capres.

Sebagai presiden, jelas Ace, Jokowi meninjau program strategis nasional yang tengah dibangun. Adapun sebagai capres, Jokowi melakukan pendekatan demi peningkatan elektabilitas jelang pilpres.

Di kubu pasangan nomor urut 02, cawapres Sandiaga Uno bertatap muka dengan ratusan pelaku usaha Malang Raya di Kota Batu, Jawa Timur. Sandi mengajak masyarakat menggunakan produk buatan dalam negeri dalam upaya mengerakkan perekonomian.

Menurut Sandi, untuk memenangi persaingan pasar harus dimulai dari keseharian masyarakat untuk menggunakan produk buatan dalam negeri.

"Supaya ke depannya rakyat Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri," tandas dia. (Media Indonesia)



(SCI)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id