Kampanye terbuka Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo di GOR Ken Arok, Kota Malang, Jawa Timur, Senin 25 Maret 2019. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq
Kampanye terbuka Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo di GOR Ken Arok, Kota Malang, Jawa Timur, Senin 25 Maret 2019. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq

Jokowi Kagum Masjid dan Gereja Berdampingan di Malang

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019 Jokowi-Ma`ruf
Daviq Umar Al Faruq • 25 Maret 2019 21:57
Malang: Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo terkesima dengan keberagaman agama di Kota Malang. Pria yang akrab disapa Jokowi ini menyebut Kota Malang sebagai miniaturnya Indonesia.
 
"Saya sangat menghargai Malang sebagai miniaturnya Indonesia. Karena disini banyak macam-macam suku dan agama. Semuanya ada disini. Semoga rukun semua bersaudara," katanya saat Kampanye Terbuka di GOR Ken Arok, Kota Malang, Jawa Timur, Senin 25 Maret 2019.
 
Jokowi terkesan dengan toleransi antarumat beragama di Kota Malang yang tergambar jelas dengan keberadaan Masjid Agung Jami dan Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) yang bersebelahan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedua tempat ibadah yang terletak di sebelah barat Alun-alun Merdeka Kota Malang ini hanya dipisahkan sebuah gedung umum. Sejarah dua tempat ibadah itu pun sudah berlangsung lebih dari 100 tahun lalu.
 
"Disini ada Masjid Jami dan Gereja yang berjejer tapi tetal rukun dan tidak ada masalah. Ini seharusnya dicontoh di daerah-daerah lain," ujarnya.
 
Jokowi menjelaskan Indonesia adalah sebuah negara yang dianugerahi dengan banyak perbedaan. Mulai dari suku, agama, adat, bahasa, tradisi, budaya dan masih banyak lagi.
 
"Suku kita ada 714 dan bahasa daerah ada 1.100 lebih. Jadi bahasa itu ada banyak, mulai dari yopo kabare rek, horas, sampurasun. Beda kota beda lagi," tuturnya.
 
Mantan Wali Kota Solo tersebut menjelaskan aset terbesar bangsa Indonesia adalah persatuan, kerukunan dan persaudaraan. Dia meminta masyarakat untuk tidak terpecah belah karena urusan politik.
 
"Jangan sampai kita ini karena urusan politik pilihan bupati, walikota, gubernur, pilpres. Jangan sampai terpecah-pecah gara-gara pesta demokrasi," tegasnya.
 
Dia pun menegaskan kabar fitnah dan hoaks sebagai perusah kekuatan Indonesia.
 

 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif