Jakarta: Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Moeldoko, menyebut elektabilitas jagoannya tidak anjlok meski digempur fitnah dan hoaks di sejumlah daerah. Jokowi-Ma'ruf diklaim masih unggul jauh dibandingkan rivalnya, Prabowo-Sandi.
"Enggak, turun si enggak, cuma kan terganggu," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 6 Maret 2019.
Menurut dia, ada sejumlah daerah yang kini rawan terhadap elektabilitas Jokowi-Ma'ruf, seperti Sumatra Barat, Riau, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Namun, suara Jokowi-Ma'ruf di wilayah Jawa Barat (Jabar) mulai meningkat beberapa waktu terakhir.
"Saya pikir Sumatra ya. Jabar sudah mulai, karena kekuatan kita sudah cukup masif," imbuh mantan Panglima TNI.
Untuk itu, TKN Jokowi-Ma'ruf akan fokus menyasar daerah-daerah prioritas, khususnya melakukan klarifikasi terhadap fitnah-fitnah dan kabar bohong yang ditujukan ke Jokowi. "Mana daerah-daerah yang bukan ditinggalkan terapi ada skala diprioritaskan," tambah dia.
Baca: TKN: Game is Over
Dia berharap tidak ada kelompok yang menggunakan cara-cara kotor untuk mencapai kekuasaan. "Dalam konteks yang lebih besar kita bicaranya ini upaya sistematis untuk merusak demokrasi, dengan cara membalikan situasi bahkan menyesatkan. Bahasa paling bagus menyesatkan masyarakat."
Sebelumnya, hasil survei Cyrus Network menunjukkan elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin sebesar 55,2 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga 36,0 persen. Survei dilakukan pada 18 hingga 23 Januari 2019.
Sejumlah alasan diungkapkan responden ketika memilih Jokowi-Ma'ruf. Responden menganggap Jokowi memiliki kinerja mumpuni selama memimpin Indonesia. Responden menginginkan pekerjaan Jokowi tetap dilanjutkan.
Survei ini dilakukan melalui metode wawancara tatap muka. Total 1.230 orang ditanyai dalam survei ini. Tingkat kepercayaan survei 95 persen dengan
margin of error sebesar tiga persen.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((OGI))