Ajakan Hijrah Jokowi Dinilai Tepat
Cendekiawan muslim Azyumardi Azra. (Foto: MI/Usman Iskandar)
Jakarta: Presiden Joko Widodo mengajak semua kalangan hijrah dari hal-hal negatif ke arah yang lebih positif, khususnya menjelang pemilu serentak 2019. Cendekiawan muslim Azyumardi Azra menilai ajakan mantan Gubernur DKI Jakarta itu tepat. 

Menurut dia ajakan hijrah yang digaungkan oleh Jokowi datang dari pengamatan pribadi atas gejala menyebarnya hal-hal tidak kondusif bagi bangsa setiap kali menjelang pemilu. Fitnah dan penyebaran hoaks salah satunya.


"Saya kira kalau kita kembalikan dalam konteks hijrah yang dikatakan Presiden itu benar. Hijrah dari hal-hal buruk atau berpindah meninggalkan keburukan menuju kebaikan," ujarnya dalam Metro Pagi Primetime, Selasa, 6 November 2018.

Azra mengatakan penyebaran hoaks, fitnah, ujaran kebencian, sampai dengan pemutarbalikkan fakta seakan sudah menjadi sesuatu yang dianggap wajar. Tak hanya yang menyebar di media sosial namun juga dari mulut para elite politik yang berkontestasi dalam politik.

Secara khusus Azra melihat makna hijrah yang disampaikan Jokowi bukan hanya lebih sehat dalam berpolitik melainkan mengubah pandangan atau sikap pesimistis menghadapi Indonesia hari ini dan masa depan. Menumbuhkan sikap pesimistis hanya akan memecah belah bangsa, memberikan kecemasan, dan menghilangkan optimisme untuk hidup lebih baik di masa depan.

"Hal seperti ini harus disampaikan terus menerus tidak hanya kepada elite politik, tapi juga elite keagamaan, elite sosial budaya. Karena kalau melihat media sosial banyak sekali penggunaan ayat, dalil, yang justru digunakan semaunya sendiri," kata dia.

Indonesia dengan mayoritas muslim, ungkap Azra, tentu akrab dengan kata hijrah. Diserap dari sejarah perjalanan Rasulullah yang hijrah secara fisik dari Makkah ke Madinah dan dari lingkungan masyarakat yang menolak kebenaran relevan dengan kondisi politik dalam negeri saat ini.

Imbauan Presiden Jokowi tak lain berisi ajakan untuk berpindah dari hal-hal yang menimbulkan perpecahan, kegaduhan, menuju persatuan di antara bangsa Indonesia yang memang majemuk dan beragam.

"Kemajemukan itu tidak boleh dirusak oleh pesan-pesan yang tidak benar. Makanya perlu dilakukan hijrah meninggalkan nilai buruk dan meninggalkan kegaduhan di antara masyarakat. Saya kira itu pesan hijrah yang disampaikan," jelas dia.





(MEL)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id