Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

10 Petugas KPPS hingga Linmas di Jatim Meninggal

Pemilu pileg pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Amaluddin • 21 April 2019 09:35
Surabaya: Sebanyak 10 perangkat pemungutan suara di Jawa Timur mengalami kelelahan, sakit hingga meninggal dunia ketika pemungutan suara pada Rabu, 17 April 2019. Mereka terdiri dari empat petugas dari Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS), dua Panitia Pemungutan Suara (PPS), tiga Linmas, dan satu tenaga pendukung KPU.
 
"Data merupakan laporan dari berbagai daerah di Jatim," kata Ketua KPU Jatim Choirul Anam, Minggu, 21 April 2019.
 
Agus anggota KPPS 04 Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kabupaten Malang, meninggal dunia setelah mengantarkan logistik ke Kelurahan. Kemudian Joko Priyo Seputro, Ketua PPS Kendalrejo, Srengat, Kabupaten Blitar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di Kabupaten Sumenep, Asnawi, Anggota PPS Desa Longos Kecamatan Gapura, dan Syaiful Ketua KPPS untuk TPS 03, Desa Tamidung, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, meninggal.
 
Sementara di Kabupaten Probolinggo, Ajis yang bertugas di TPS 01 Menyono Kuripan Probolinggp meninggal setelah sempat kritis di Ruang ICU RS Dharma Husada Kota Probolinggo.
 
Badrul Munir, anggota KPPS 19 Kelurahan Kedung Baruk, Rungkut meninggal dunia di rumah sakit, setelah pingsan saat pelaksanaan penghitungan suara.
 
"Selain petugas KPPS, juga ada petugas pendukung TPS yang juga meningal dunia," ujarnya.
 
Iqbal, tenaga pendukung KPU Jombang, meninggal dunia karena kecelakaan setelah pulang dari gudang logistik pukul 03.00 WIB dini hari. Ismani, petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) di TPS 3 Kelurahan Surodinawan, meninggal dunia usai mengantarkan Kotak Suara dari TPS ke kelurahan.
 
Peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Lumajang, satu orang petugas Ketertiban TPS 24 Desa Pulo Kecamatan Tempeh meninggal dunia saat bertugas pada 17 April 2019. Satu anggota Linmas di TPS 03 Kelurahan Surodinawan, Kota Mojokerto, meninggal saat pengiriman kotak suara hasil pemungutan dan penghitungan dari TPS menuju PPS Surodinawan.
 
Anam memastikan honor petugas lapangan ini telah diberikan. Honor senilai Rp500 ribu potong pajak ini telah mereka terima sebelum pemungutan suara. Sementara untuk mereka yang jadi korban akan diberi santunan secara internal.
 
"Kami masih terus mendata, nanti kami menggalang santunan swadaya di internal kami," kata Anam.
 
Anam berharap proses Pemilu Serentak berikutnya tidak digelar dalam satu hari. Ke depannya pelaksanaan pencoblosan diharap bisa dibuat bertahap dalam satu tahun yang sama
 
"Pemilu kali ini cukup menguras energi teman-teman di lapangan. Rata-Rata petugas KPPS selesai subuh, ada juga sampai jam 7 pagi. Itu belum termasuk mengantar logistik ke kelurahan dan ke PPS," kata mantan komisioner KPU Kota Surabaya itu.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif