Milenial Determinan di Pemilu 2019
Suasana diskusi
Jakarta: Generasi milenial dinilai faktor yang sangat menentukan dalam Pemilu 2019. Sebanyak 57 persen pemilih di Indonesia merupakan milenial.

Calon senator RI dari perwakilan Kalimantan Utara, Muhammad Isra Ramli mengatakan semua kandidat kini berusaha sedemikian rupa untuk berkomunikasi dengan para milenial. Menyusun program strategis yang menyasar kepentingan milenial.


"Milenial menjadi faktor penentu karena secara jumlah, mereka mayoritas," kata Isra Ramli dalam diskusi bertajuk Social Media, Millenial and Election: What’s Up? di Jakarta, Minggu, 4 November 2018.

Menurut dia, orang akan memahami masyarakat berdasarkan demografi yang identik dengan ruang dan waktu. Sementara itu, milenial termasuk dalam kategori psikografis yang basisnya adalah perilaku.

Milenial pun menempatkan media sosial menjadi channel yang paling menentukan. Karena penggunaannya semakin meluas dan paling dipercaya.

Dia meyakini setiap calon yang berhasil merebut suara kaum milenial akan menang di Pemilu 2019.

"Cara komunikasi yang paling efektif dengan generasi milenial adalah dengan saluran sosial media. Jadi, siapa kandidat yang menang di sosial media, maka ia akan menang," ungkap Isra.

Sementara itu, Direktur IndexPolitica Denny Charter mengatakan, media sosial menjadi infrastruktur yang penting untuk calon presiden membentuk opini politik pada Pemilu 2019. IndexPolitica mencatat, persaingan dua kandidat calon presiden di media sosial pun cukup ketat.

Menurut Denny, secara bergantian kedua pasang capres unggul di share of voice dalam satu bulan terakhir. Capres Joko Widodo lebih mendominasi dibandingkan cawapres Ma’ruf Amin dalam pemberitaan dan pembicaraan.

Sementara itu, cawapres Sandiaga Uno lebih banyak dibandingkan capres Prabowo Subianto pada sisi pemberitaan dan pembicaraan.

"Waktu tersisa enam bulan lagi, semua kemugkinan masih dapat terjadi. Mereferensi Pilpres Amerika Serikat 2016 dan Pilpres RI 2014 yang lalu, di mana analisis sosial media bisa dijadikan sebagai second opinion barometer kontestasi Pilpres 2019 nanti," kata Denny.

Koordinator Sang Gerilya Institute, Indra J Piliang mengatakan, kekuatan media sosial yang umumnya dilakukan kaum milenial cukup memengaruhi pilihan politik. Indra mencontohkan pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu di Pilkada Jawa Barat dan Sudirman Said-Ida Fauziyah di pilkada Jawa Tengah.

Dua pasangan itu, kenaikan suaranya ekuivalen dengan kehebatan kampanye digital di media sosial. Situs-situs perekam pertarungan media sosial di masing-masing provinsi mencatat keandalannya untuk bersaing dengan lawan politiknya.

"Teori betapa pengaruh media sosial dalam pilkada kurang dari lima persen yang didapatkan oleh lembaga-lembaga survei, seyogianya ditinjau kembali," tukas Indra.





(HUS)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id