Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti. (Foto: MI/Ramdani)
Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti. (Foto: MI/Ramdani)

Cara Pandang Rekonsiliasi Perlu Diubah

Pemilu pilpres 2019
M Sholahadhin Azhar • 04 Juni 2019 14:21
Jakarta:Cara pandang rekonsiliasi pasca Pilpres 2019 dinilai perlu diubah. Sehingga, proses tersebut tidak terkesan hanya datang dari satu arah.
 
"Jadi rekonsiliasi jangan dilihat dalam rangka pengakuan kemenangan atau pun kekalahan," kata Direktur Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti kepada Medcom.id, Selasa, 4 Juni 2019.
 
Dia mengakui calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto ogah-ogahan dalam rekonsiliasi. Padahal, calon petahana Joko Widodo sudah melakukan pendekatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menilai harus ada pengubahan persepsi rekonsiliasi, khususnya dari pihak Jokowi. Misalnya, pertemuan tanpa embel-embel rekonsiliasi pilpres atau hal terkait lainnya.
 
"Kalau cara pendekatannya begitu saya rasa enggak ada kendala bagi kedua pihak untuk bertemu. Masalahnya rekonsiliasi itu pun melihat dalam kerangka kalah menang," ujar Ray.
 
Ray menjamin pihak yang kalah tak akan mau bertemu bila persepsi tidak diubah dan tetap menggunakan gimik rekonsiliasi. Sebab, mereka juga tak mengakui kekalahannya.
 
Lain halnya, kata dia, ketika kedua pihak melepas persepsi dan cara pandang itu. Sehingga tak ada beban untuk bertemu. "Ketemu biasa saja, seperti ketemu dengan yang lain," pungkas dia.
 

(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif