Wakil Ketua TKN-KIK Moeldoko/Medcom.id/Adin
Wakil Ketua TKN-KIK Moeldoko/Medcom.id/Adin

Moeldoko: 78 Persen Pegawai BUMN Pilih Prabowo-Sandi

Pemilu pilpres 2019
Damar Iradat • 28 Mei 2019 20:15
Jakarta: Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Moeldoko membantah tudingan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang menyebut Jokowi sebagai petahana menyalahgunakan wewenang dengan mengerahkan karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memilihnya. Dari survei internal TKN, mayoritas pegawai BUMN justru memilih Prabowo-Sandi.
 
"Tahu enggak (pegawai) BUMN yang milih 02? 78 persen. Menggerakkan ASN? ASN 72 persen yang milih (Prabowo-Sandi). Di mana menggerakkan?" kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 28 Mei 2019.
 
BPN sebelumnya melaporkan enam dugaan pelanggaran yang dilakukan calon petahana ke Mahkamah Konstitusi. Salah satunya yakni penyalahgunaan BUMN dalam pesta demokrasi lima tahunan kali ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, BPN juga menuding jika petahana memakai kepolisian untuk menggalang dukungan. Namun, Moeldoko menilai tudingan itu tidak berdasar.
 
Sebab, menurutnya, dari hasil rekapitulasi suara KPU, Jokowi-Ma'ruf kalah telak di sejumlah daerah. Seperti di Aceh, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sumatera Barat.
 
"Menggerakkan polisi? Buktinya di Aceh, NTB, Sumbar kalah telak. Mana yang digerakkan? Kalau digerakkan 100 persen semua," kata mantan Panglima TNI itu.
 
Bahkan, menurut Moeldoko, Jokowi-Ma'ruf juga kalah di perumahan Paspampres dan Sekretariat Negara. "Iya, di Paspampres kalah. Di perumahan Setneg kalah. Terus mana yang digerakkan?" tegasnya.
 
Siang tadi, Moeldoko menemui Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan. Menurutnya, pertemuan itu membahas soal gugatan hasil rekapitulasi suara KPU yang diajukan BPN Prabowo-Sandi ke MK.
 
"Konsolidasi tentang perkembangan terakhir di MK seperti apa," ungkap Moeldoko.
 
Menurut Moeldoko, gugatan yang dilayangkan Prabowo-Sandi tidak jauh berbeda dari Pilpres 2014. Ketika itu Prabowo juga menggugat hasil penghitungan KPU.
 
Ketua Tim Hukum Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra dipastikan akan mempersiapkan jawaban atas gugatan yang dilayangkan Prabowo-Sandi. "Itu 2014 sama. Itu pasti Pak Yusril Cs akan menyampaikan (jawabannya)," tandasnya.

 

(AZF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif