Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY, Bagus Sarwono. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY, Bagus Sarwono. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

20 TPS di DIY Harus Pencoblosan Ulang

Pemilu pileg pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Ahmad Mustaqim • 23 April 2019 14:54
Yogyakarta: Sebanyak 20 TPS di Daerah Istimewa Yogyakarta harus melakukan pemungutan suara ulang (PSU). Pencobolosan ulang dan lanjutan tersebut di hampir semua wilayah, baik Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul.
 
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY Bagus Sarwono mengatakan jumlah TPS yang direkomendasikan memang terus mengalami perubahan. Berdasarkan data pengawas, dua TPS di Kulon Progo yang harus PSU; yakni TPS 31 Wates dan TPS 2 Margosari, Kecamatan Pengasih. Dua TPS ini sudah menggelar PSU, Minggu, 21 April 2019.
 
Sementara, belasan TPS di Bantul yang direkomendasikan PSU. Data KPU Bantul, TPS yang harus PSU yakni: TPS 3 dan 25 Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon; TPS 19, 33, dan 51 Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak; TPS 18 Poncosari, Kecamatan Srandakan; TPS 10 Desa Sariharjo, Kecamatan Imogiri; TPS 7 Sidomulyo dan TPS 2 Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro; serta TPS 19 Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bagus menyebut ada sebanyak 12 TPS di Bantul yang harus PSU. Sementara, dua TPS harus PSL. Dua TPS yang harus PSL yakni TPS 76 Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon; dan TPS 33 Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan. "Kebanyakan untuk pemilihan presiden dan wakil presiden," kata Bagus di Kantor Bawaslu DIY, Selasa, 23 April 2019.
 
KPU Bantul sudah menyatakan siap melakukan pencoblosan ulang dan pencoblosan lanjutan. Pemungitan suara ulang (PSU) dan pemungutan suara lanjutan (PSL) di Bantul dijadwalkan 27 April 2019.
 
Empat TPS di Kota Yogyakarta direkomendasikan PSU. TPS itu berada di Kecamatan Pakualaman. Sementara, di Gunungkidul ada sebanyak dua TPS yang harus PSU.
 
Di Sleman, dari semula diperkirakan ada puluhan bisa direkomendasikan PSU, ternyata hanya dua TPS; yakni TPS 52 Caturtunggal, Kecamatan Depok, dan TPS dan di TPS 02 Argomulyo, Kecamatan Cangkringan. Selain itu, ada tujuh TPS lain di Sleman yang direkomendasikan menggelar pemungutan suara lanjutan (PSL).
 
Bawaslu masih mendalami kemungkinan bertambahnya TPS di Sleman harus melakukan PSU. Salah satunya berdasarkan laporan ratusan berkas A5 mahasiswa yang tidak diterima. Ia menyebut klarifikasi akan dilakukan dengan membuka kotak berisi daftar hadir pemilih atau C7.
 
"Kemungkinan harus membuka kotak untuk membuktikan aduan. Apakah mereka tercatat di daftar hadir di TPS, lalu kami simpulkan. Bisa bertambah kalau benar. Secepatnya akan kami sampaikan," ujarnya.
 
PSU dilakukan untuk pemilihan presiden dan wakil presiden. Sementara, ada beberapa yang melakukan PSU untuk pemilihan calon anggota legislatif.
 
"(Batas waktu akhir PSU) maksimal 27 April 2019. Rekomendasi akan diupayakan secepatnya agar KPU bisa mengundang pemilih dan menyiapkan TPS," tuturnya.
 
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY, Hamdan Kurniawan menuturkan, rekomendasi akan ditunggu maksimal hingga Selasa malam, 23 April 2019. Rekomendasi dari pengawas itu akan segera diwujudkan untuk pengajuan kebutuhan logistik ke KPU pusat. "Kita dorong (PSU dan PSL) tanggal 27 April 2019 semua," ungkapnya.
 


 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif