Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo. ANT/Indriyanto Eko
Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo. ANT/Indriyanto Eko

Mobilisasi dari Daerah ke KPU Dipereteli

Pemilu unjuk rasa pemilu serentak 2019
Cindy • 20 Mei 2019 15:31
Jakarta: Polri mengimbau masyarakat tak berduyun-duyun berdemonstrasi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat pengumuman hasil pemilu. Demonstran diperkirakan datang dari beberapa daerah luar Jakarta seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
 
“Kami sudah berkomunikasi dengan koordinator lapangan, mengimbau untuk tidak memobilisasi massa dalam jumlah besar,” kata Karopenmas Mabes Polri Brigadir Jenderal Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 20 Mei 2019.
 
Baca:Koordinator Harus Bertanggung Jawab bila Aksi Ditunggangi Teroris

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dedi mengaku jumlah massa dari perwakilan tiap daerah mulai berkurang setelah imbauan itu. Perwakilan yang berangkat dari daerah tak sebanyak yang direncanakan sebelumnya. Massa pun disebut telah berangkat dari daerah menuju ibu kota.
 
"Tapi jumlahnya tidak terlalu signifikan. Belum bisa diprediksi karena masih terus dihitung perkembangannya," ucapnya.
 
Massa pun diminta tetap mematuhi aturan hukum saat berunjuk rasa. Polisi akan merazia para demonstran yang tak mematuhi aturan.
 
"Jika Polri melakukan razia dan ditemukan ada masyarakat yang, misalnya membawa senjata tajam, benda-benda membahayakan, dan bertentangan dengan hukum, tentu akan diproses," tegasnya.
 
Baca: Waspada Teror 22 Mei, Masyarakat Diimbau Tak Demo
 
Aksi demo tersebut, kata Dedi, berfokus di KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Namun massa memilih berunjuk rasa di KPU sekaligus mendengarkan hasil perhitungan rekapitulasi suara secara nasional.
 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif