Kepala Divisi Humas Polri, Irjen M Iqbal--Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen M Iqbal--Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan.

Waspada Teror 22 Mei, Masyarakat Diimbau Tak Demo

Nasional terorisme
Muhammad Syahrul Ramadhan • 17 Mei 2019 16:59
Jakarta: Polisi mewanti-wanti masyarakat untuk tidak turun ke jalan pada 22 Mei 2019. Pasalnya pada hari yang bertepatan dengan pengumuman hasil pemilu 2019 terdapat ancaman aksi terorisme.
 
"Pada 22 Mei kami mengimbau agar tidak ada aksi massa. Ini akan rawan teror bom dan kejahatan lain," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen M Iqbal, Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 17 Mei 2019.
 
Hal tersebut didasari pengakuan terduga teroris yang baru saja ditangkap. Iqbal mengungkapkan dalam pemeriksaan mereka menyasar momentum 22 Mei 2019 untuk meledakkan bom dalam kerumunan massa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ini tak lepas dari pemahaman bahwa demokrasi bertentangan dengan keyakinan mereka. Seperti yang diucapkan salah satu terduga teroris DY dalam video yang ditampilkan Polri.
 
DY, menuturkan sengaja menyasar momen pesta demokrasi karena ia merasa pemilu bertentangan dengan Islam. "Event yang bagus bagi saya untuk melakukan amaliyah karena pesta demokrasi menurut keyakinan saya bertentangan dengan Islam," ucapnya dalam video.
 
Baca: Teroris Menari di Atas Konflik
 
Sementara itu peletakan bom pada kerumunan massa pada 22 Mei nanti diakui oleh terduga EY. Dalam video yang diputar, EY mengaku akan meletakkan bom di kerumunan massa saat pengumuman pemenang Pilpres 2019 oleh KPU.
 
"Kami akan taruh bom dan meledakkan itu menggunakan remote, dengan target peserta pemilu, aparat keamanan," ujar EY.
 
Sepanjang periode Januari hingga Mei 2019 Densus 88 Antiteror Polri total berhasil mengamankan 68 terduga teroris. Sebanyak delapan orang diantaranya meninggal dunia, satu orang karena aksi amaliah bunuh diri di Sibolga, sementara tujuh lainya tewas karena mengancam nyawa petugas.
 
"Tujuh tersangka dalam kurun waktu bulan Januari sampai Mei saat ini meninggal dunia karena mengancam nyawa petugas. Dilakukan pelumpuhan walaupun akibatnya mematikan," ujarnya.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif