Tim kuasa hukum TKN Jokowi-Amin melakukan selebrasi usai putusan Majelis Hakim MK atas sengketa PHPU. (Foto: MI/Susanto)
Tim kuasa hukum TKN Jokowi-Amin melakukan selebrasi usai putusan Majelis Hakim MK atas sengketa PHPU. (Foto: MI/Susanto)

Masyarakat Diminta Move On Pascapilpres

Pemilu pilpres 2019 Sidang Sengketa Pilpres 2019
M Sholahadhin Azhar • 28 Juni 2019 07:40
Jakarta: Gesekan sosial karena perbedaan pilihan selama pemilihan presiden harus ditanggalkan. Masyarakat diminta move on karena kontestasi pilpres telah usai.
 
"Mari bersama-sama membangun bangsa. Lepaskan semua pilihan. Karena bangsa ini bisa maju atas dasar persatuan dan kesatuan," ujar Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama, di Jakarta, Jumat, 28 Juni 2019.
 
Pihaknya memberi selamat pada pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang telah memenagi kontestasi secara sah. Ia juga mengapresiasi Mahkamah Konstitusi yang telah mengadili perselisihan hasil pemilu dengan transparan dan sesuai asas demokrasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun hal yang lebih penting dari itu yakni mengawal persatuan bangsa. Seraya menunggu pelantikan, Haris mengajak kepada seluruh anak bangsa untuk kembali bersatu.
 
Mengutip pidato Jokowi pasca putusan MK, Haris menegaskan saat ini tak ada lagi 01 atau 02. Sebab semuanya merupakan masyarakat Indonesia dengan persatuan dan kesatuannya.
 
Baca juga:Surya Paloh: Putusan MK Adil dan Tepat
 
Lebih lanjut ia berharap Jokowi bisa benar-benar tinggal landas di periode kedua nanti. Sebab petahana terbukti mampu membawa bangsa Indonesia menjadi lebih baik.
 
"Kami sebagai pemuda dan pemudi yang tergabung di KNPI siap berkolaborasi bersama pemerintah untuk bersama-sama membangun kejayaan bangsa dan menjadi negara yang disegani negara luar," ujar Haris.
 
Adapun kepada paslon 02 Prabowo-Sandi, ia berharap kelapangan hati dari mereka. Sebab legawa dan ikhlas adalah satu-satunya cara kesatria menghadapi keputusan MK. Menurutnya, Prabowo harus bisa menjadi negarawan sejati dan menjadi panutan pendukungnya.
 
"Sebagai tokoh bangsa, marilah bergandengan tangan. Jadilah bapak bangsa yang bisa menjadi panutan semua pihak. Kami yakin, bangsa ini akan besar dan kuat jika bergandengan tangan," pungkas dia.
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif