Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma'ruf, Usman Kansong. Medcom.id/Arga Sumantri.
Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma'ruf, Usman Kansong. Medcom.id/Arga Sumantri.

TKN Buka Komunikasi ke Parpol Pendukung Prabowo-Sandi

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Faisal Abdalla • 28 April 2019 01:45
Jakarta: Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin membuka komunikasi politik kepada siapapun. Termasuk partai politik pendukung capres penantang, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
 
"Soal komunikasi kita terbuka, pak Jokowi atau siapapun dari 01 itu terbuka untuk komunikasi dengan siapapun," kata Direktur Komunikasi Politik TKN Usman Kansong di Posko Cemara, Sabtu, 27 April 2019.
 
Usman mengakui memang sudah ada komunikasi politik dengan PAN melalui Ketua Umumnya, Zulkifli Hasan. Ini terlihat dari bincang-bincang Zulkifli dengan Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 24 April 2019. Pertemuan keduanya tejadi usai pelantikan Murad Ismail dan Barnabas Orno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Usman juga mengatakan bukan tidak mungkin TKN akan membuka komunikasi politik dengan parpol Koalisi Adil Makmur lainya, termasuk Partai Demokrat yang saat ini juga santer dibicarakan berpeluang merapat ke kubu petahana.
 
Namun, lanjut dia, komunikasi politik tak bisa dilakukan instan. Perlu penjajakan dan waktu yang tepat.
 
"Kita kan butuh waktu antara kedua belah pihak juga, kasusnya ya seperti pak Jokowi yang ingin berkomunikasi dengan pak Prabowo mislanya. Saya kira kita terbuka untuk berkomunikasi dengan siapapun," ujarnya.
 
Namun begitu, Usman menegaskan pihaknya belum berbicara terkait arah koalisi. Pasalnya sampai saat ini proses pemilu masih berlangsung.
 
"Pilpresnya juga belum selesai, kan tidak elok kalau kita bahas ini, nantilah setelah pelantikan," ujarnya.
 
Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menyebut wacana bergabungnya Partai Demokrat ke dalam koalisi Indonesia Kerja sebagai hal yang wajar. Komunikasi Jokowi dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pun cukup baik.
 
Namun, Karding tak mau berbicara lebih jauh soal kemungkinan berlabuhnya partai belambang Mercy itu ke kubu Jokowi-Ma'ruf. Apalagi, KPU belum secara resmi mengumumkan pemenang Pilpres 2019, dan Demokrat masih bagian dari koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
 
"Kami kira masih terlalu dini membicarakan bergabungnya Koalisi Pendukung 02 ke 01 mengingat Presiden Jokowi belum dilantik kembali sebagai Presiden," ujar Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding dalam keterangannya.

 

(BOW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif