Jakarta: Sebanyak 65 persen pemilih muslim yang pernah mendengar dan menyukai Ustaz Abdul Somad ingin sang penceramah tetap netral di Pilpres 2019. Karena, Somad dinilai peduli pada agama.
"Jika akhirnya Ustad Somad mendeklarasi dukungan, Ustaz Somad akan rugi sendiri untuk dua hal," ujar pengamat politik Denny JA, Jakarta, Selasa, 5 Maret 2019.
Denny menilai tak banyak lagi gerbong baru yang bisa ditarik Ustaz Somad. Pemilih Muslim yang anti calon presiden petahana Joko Widodo sudah berada di kubu calon presiden Prabowo Subianto.
Dia pun meyakini dukungan Ustaz Somad kepada Prabowo tak akan banyak mengubah. Apalagi dari survei terakhir LSI Denny JA pasca debat capres kedua, Jokowi 58,7 persen versus Prabowo 30,9 persen.
"Selisih 28 persen. Selisih ini terlalu jauh," ucap dia.
Dia memperkirakan Ustaz Somad hanya menaikkan 1 persen untuk elektabilitas Prabowo, jika memang mendeklarasikan dukungan. Hal itu bukan karena Ustaz Somad tak punya pengaruh, tapi segmen pendukungnya sudah berada di kubu capres 02 itu.
Pesona Ustaz Somad selaku kiai yang hanya peduli agama juga akan terganggu bila memihak pada Pilpres 2019. Pendengar Ustaz Somad yang ada di kubu Jokowi, atau yang netral justru akan pergi meninggalkannya. Dia dianggap tak lagi menjadi ulama pengayom umat, tapi pengayom capres.
Dia juga menepis tudingan LSI Denny JA merilis survei dukungan Ustaz Somad kepada Prabowo akan mengubah peta kemenangan. "Itu tak benar," tegas Denny.
Sebelumnya, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, masih unggul dua digit dari kompetitornya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf saat ini mencapai 58,7 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 30,9 persen.
Survei itu dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pada 18-25 Februari 2019 dengan 1.200 responden. Metode yang digunakan ialah multistage random sampling dan margin of error survei tersebut sebesar 2,9 persen.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((DRI))