Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Presiden ke-3 BJ Habibie. Foto: Medcom.id/Damar Iradat.
Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Presiden ke-3 BJ Habibie. Foto: Medcom.id/Damar Iradat.

Pertemuan Kalla-Prabowo Diharap Memiliki Tindak Lanjut

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
M Sholahadhin Azhar • 24 Mei 2019 15:49
Jakarta: Pertemuan antara Wakil Ketua Dewan Pembina Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Jusuf Kalla, dan calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto merupakan langkah awal. Silaturahmi ini disebut sebagai pembuka komunikasi politik selanjutnya.
 
"Ini kan pertemuan pertama kali dilakukan, kita harapkan setelah ini ada tindak lanjut," kata Wakil Ketua TKN Johnny G Plate kepada Medcom.id, Jumat, 24 Mei 2019.
 
Ia menyebut bentuk tindak lanjut bisa bermacam. Plate menegaskan pertemuan seperti ini tak perlu dilakukan setiap hari. Sejatinya, komunikasi Kalla dan Prabowo diharapkan bisa menentukan sikap mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) itu selanjutnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apakah habis ini ada pertemuan Pak Prabowo dengan Pak Jokowi, di waktu yang bagus ya kami juga harapkan itu," tutur dia.
 
Plate menyebut pertemuan berjalan secara komprehensif. Artinya, bukan hanya pertemuan yang didasari tatap muka semata, atau menjalin komunikasi politik.
 
Kalla dan Prabowo mendiskusikan solusi untuk mengatasi masalah politik di lapangan. Hal ini terkait dengan kerusuhan setelah unjuk rasa di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada Rabu, 22 Mei 2019.
 
"Itu tujuan utamanya, kalau belum bisa ketemu karena kesibukan masing-masing enggak apa-apa tapi saat ini kan sudah bisa bertemu, itu satu langkah yang maju dan yang baik," ujar dia.
 
Dalam pertemuan, Kalla berupaya menjembatani kubu 01 dan 02 setelah Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Plate menyebut semua pihak punya harapan sama: suasana politik yang kondusif.
 
Kalla, kata Plate, menghendaki suasana politik yang lebih damai dan terjalinnya keakraban antar elite dari kedua kubu. Pasalnya, hal ini sangat berpengaruh pada situasi di lapangan.
 
Baca: Kalla Jadi Titik Temu Jokowi-Prabowo
 
TKN menginginkan adab berdemokrasi yang indah dan penuh persatuan, bukan melalui kegiatan anarkis yang merusak di lapangan. Terlebih, ada fakta demonstrasi pada 22 Mei ditunggangi pihak ketiga yang memang berniat merusak.
 
"Ini pertemuan pertama yang diharapkan bisa meredam situasi politik nasional kita, apalagi kami menyambut baik langkah hukum yang diambil oleh Pak Prabowo dengan menggunakan jalur Mahkamah Konstitusi (MK)," ujar Plate.
 
Menurut Plate, kapasitas Kalla sebagai elite dan orang yang dituakan sangat pas menengahi komunikasi antara Jokowi dan Prabowo. Hal ini sesuai harapan Jokowi, mengingat sosok Kalla sebagai pihak yang bisa dipercaya dan punya iktikad baik untuk mempersatukan.
 
"Jadi enggak cuma pas, tapi (Kalla) bagian dari tim pemenangan dan pemerintahan. Kalau cuma soal pas banyak orang yang pas," tegas Plate.

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif