Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN-KIK) Erick Thohir (tengah). Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN-KIK) Erick Thohir (tengah). Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Erick Thohir: Bedakan Pemilu dan Sinetron

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf
M Sholahadhin Azhar • 13 Desember 2018 15:59
Jakarta: Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN-KIK) Erick Thohir sebal dengan 'drama' seputar Pilpres 2019. Dia menilai isu yang digulirkan kubu sebelah sarat dengan rekayasa.
 
"Kita mesti bedain pemilu sama sinetron, mesti kita bedain," kata Erick saat Rapat Koordinasi Nasional Divisi Hukum TKN di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Desember 2018.
 
Menurut dia, para konstituen yang berpartisipasi dalam pemilu harus disuguhkan substansi pemilu. Mereka harus diberikan pilihan pemimpin terbaik yang bisa memajukan bangsa Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Substansi yang ditawarkan, kata Erick, harusnya logis. Dia mencontohkan soal ide memberantas korupsi, penyejahteraan masyarakat, dan gagasan ideal lain. "Bukan yang sandiwara atau sinetron, kalau itu di televisi saja kita nonton," sebut Erick.
 
Baca: Pengakuan La Nyalla Bentuk Pembelajaran Politik
 
Dia menyinggung rentetan 'drama' atau rekayasa yang dilakukan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 'Drama' dimulai dengan hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet. Yang terbaru, kata dia, poster pengusiran Sandiaga Uno di Labuan Batu, Sumatra Utara.
 
"Ternyata yang memasang grupnya sendiri, ini kan gimana," kata Erick sambil menepuk jidat.
 
Namun, ia tak gegabah mengenai hal ini, terutama dalam melaporkan dugaan pelanggaran pemilu. "Dari divisi hukum yang akan laporkan. Saya juga masih pelajari," jelas dia.
 


 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif