Pertemuan Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh dengan pengasuh Ponpes Langitan KH. Ubaidillah Faqih alias Gus Ubaid (kopiah putih), di kediamannya di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Istimewa
Pertemuan Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh dengan pengasuh Ponpes Langitan KH. Ubaidillah Faqih alias Gus Ubaid (kopiah putih), di kediamannya di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Istimewa

Surya Paloh Diberi Amalan Khusus dari Gus Ubaid

Pemilu partai nasdem
Amaluddin • 16 Desember 2018 18:12
Surabaya: Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh mendapat 'ijazah' khusus dari pengasuh Ponpes Langitan KH Ubaidillah Faqih. 'Ijazah' tersebut berupa bacaan Asmaul Husna untuk dibaca setiap waktu.
 
"Gus Ubaid (sapaan akrab KH Ubaidillah Faqih), memberi 'ijazah' khusus berupa amalan kepada Pak Surya Paloh. Yaitu bacaan Ya  Qowiyu Ya Matiin, agar dibaca sebanyak-banyaknya setiap saat," kata Suyoto, mantan Bupati Bojonegoro yang juga mengikuti agenda tertutup tersebut pada Minggu, 16 Desember 2018.

Kang Yoto, sapaan akrabnya, menyebut amalan itu bertujuan agar si pembaca memiliki kekuatan dan komitmen dalam menjaga kebangsaan. Gus Ubaid berharap Surya Paloh tekun mengamalkan bacaan tersebut.

Silaturrahmi kedua tokoh yang berlangsung di kediaman KH Ubaidillah Faqih itu penuh keakraban. Bahkan, di menyebut pertemuan terkesan seperti obrola kakak dan adik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Gus Ubaid dan Pak Surya Paloh itu sudah kenal cukup lama. Sehingga silaturrahmi kedua tokoh itu berlangsung penuh keakraban dan sangat dekat," ujar Kang Yoto. Surya Paloh juga menyampaikan maksudnya bersafari ke ulama. Terutama untuk memperkuat semangat dan komitmen kebangsaan dari berbagai elemen masyarakat.

"NKRI jangan sampai retak hanya karena kita tak bisa bersama-sama menjaga dari berbagai ancaman. Pemilu jangan sampai jadi penyebab keretakan kebangsaan," tiru Kang Yoto.

Kang Yoto mengakui Gus Ubaid dan sejumlah ulama di Jatim juga khawatir terhadap keutuhan bangsa ini. Bahkan ulama tak henti-hentinya mengajak seluruh anak bangsa supaya menjaga kebangsaan. Apalagi ancaman keretakan akibat perbedaan pilihan dalam pemilu.   

"Hanya membahas soal keutuhan bangsa yang akhir-akhir ini mengkhawatirkan. Tidak ada pembahasan soal politik apapun," kata Kang Yoto.
 


(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi