Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, bersama Bupati dan Wali Kota se-Jateng meminta Polisi menangkap provokator dan aktor intelektual di balik kerusuhan menolak hasil rekapitulasi suara Pemilihan Presiden 2019 di Ibu Kota Jakarta. Foto: Medcom.id/Musthol
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, bersama Bupati dan Wali Kota se-Jateng meminta Polisi menangkap provokator dan aktor intelektual di balik kerusuhan menolak hasil rekapitulasi suara Pemilihan Presiden 2019 di Ibu Kota Jakarta. Foto: Medcom.id/Musthol

Kepala Daerah se-Jateng Desak Aktor 22 Mei Ditangkap

Pemilu Demo Massa Penolak Pemilu
Mustholih • 24 Mei 2019 21:43
Semarang: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, bersama Bupati dan Wali Kota se-Jateng meminta Polisi menangkap provokator dan aktor intelektual di balik kerusuhan menolak hasil rekapitulasi suara Pemilihan Presiden 2019 di Ibu Kota Jakarta. Polisi dinilai harus menindak tegas mereka agar keutuhan Indonesia tetap terjaga.
 
"Saya menyebut pasti ada Sengkuni-Sengkuni yang berada di belakangnya. Hari ini, kami mendorong aparat penegak hukum tegas, dengan mengusut dan menangkap provokator dan aktor intelektual kerusuhan Pemilu," kata Ganjar, Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 24 Mei 2019.
 
Menurut Ganjar, dengan bersikap tegas, Polisi bakal mampu menguak satu per satu provokator dan aktor intelektual yang menjadi dalang kerusuhan. Dorongan mengusut tuntas kerusuhan di Jakarta disampaikan Ganjar dan 35 bupati/wali kota se-Jawa Tengah saat menggelar rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompida) di Semarang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam rapat tersebut turu petinggi TNI/Polri, kejaksaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh perwakilan partai politik di Jateng. Ganjar menegaskan Jawa Tengah mendukung segala langkah aparat penegak hukum untuk menciptakan iklim politik yang sejuk di Tanah Air.
 
"Jawa Tengah mendukung upaya-upaya mewujudkan situasi aman, damai dan sejuk pascapemilu di Indonesia," ungkap Ganjar.
 
Dunia internasional, kata Ganjar, memuji Indonesia berhasil menyelenggarakan dengan lancar Pemilu yang begitu rumit. Bahkan, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah menyatakan komitmen untuk menyalurkan ketidakpuasan mereka terhadap hasil rekapitulasi ke Mahkamah Konstitusi.
 
"Ini sudah sesuai. Maka, kepada para elit politik, pimpinan partai politik, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, saya harap agar tidak memberikan pernyataan-pernyataan yang provokatif," jelas Ganjar.
 
Ganjar mengaku berduka kerusuhan di Jakarta menelan sejumlah korban jiwa dan korban luka-luka. Semestinya, masyarakat tidak perlu turun ke jalan hanya karena jagoan mereka kalah di Pemilu.
 
"Masyarakat jangan terprovokasi, tidak usah lagi turun ke jalan, kalau trun ke jalan, resiko akan semua menanggungnya. Kami semua turut berdua atas meninggalnya korban kemarin. Kami memohon elit politik di Jakarta bertemu, berpelukan, dan berfoto bersama demi situasi nasional yang damai," ungkap Ganjar.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif