Direktur Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti - Medcom.id/M Rodhi Aulia.
Direktur Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti - Medcom.id/M Rodhi Aulia.

Tema Aksi 'Halalbihalal' Dikritik Dompleng Simbol Islam

Pemilu pemilu serentak 2019 aksi 212
M Sholahadhin Azhar • 27 Juni 2019 10:08
Jakarta: Direktur Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti mengkritik tema aksi yang diangkat dalam demonstrasi selama Pemilihan Serentak 2019. Termasuk aksi Halalbihalal 212 yang bakal dilakukan pada sidang putusan sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi.
 
"Akibatnya sakralitas dan religiositas dari idiom itu hilang. Karena terlalu sering dibawa ke politik yang semua orang juga mengerti ini permainan belaka," ujar Ray saat dihubungi, Kamis, 27 Juni 2019.
 
Ray menyebut semua aksi mendompleng tema keagamaan. Padahal, tak ada yang benar-benar sakral diperjuangkan di sana. Nilai religiositas juga tak ada karena murni memuat kepentingan politik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia berharap penggunaan idiom-idiom agama ini dihentikan. Sebab, sesuatu seperti politik sifatnya pragmatis.
 
"Di mana justru mereka yang sedang diperjuangkan untuk haknya, saat ini juga sedang negosiasi," ujar Ray.
 
(Baca juga: Polisi Tak Mengizinkan Tahlil Akbar di MK)
 
Ia mengaitkan hal ini dengan rekonsiliasi Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Keduanya dalam proses berembuk untuk konstelasi politik ke depan.
 
"Sementara orang-orang ini, khususnya pemuka agama, terus memproduksi idiom-idiom agama untuk kepentingan politik," beber Ray.
 
Menurut dia, yang diperlukan saat ini bukan idiom, namun spirit beragama untuk kepentingan politik. Hal tersebut jauh lebih penting dibandingkan instrumentalisasi agama seperti sekarang.
 
Misalnya, penggunaan istilah perang badar, perang uhud, atau istilah agama Islam lain. Sementara semangat keislaman malah tak muncul sama sekali.
 
"Apa spirit beragama itu? Penghormatan terhadap hak asasi manusia. Tidak melakukan kekerasan, menjunjung keadilan, kemanusiaan, dan penghormatan terhadap perbedaan. Itu dilupakan," pungkas Ray.
 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif