Misi Anggi, Perjuangkan Difabel dari Kursi Parlemen

Patricia Vicka 03 Desember 2018 17:03 WIB
pemilu
Misi Anggi, Perjuangkan Difabel dari Kursi Parlemen
Anggiasari Puji Aryatie (kanan), penyandang difabel, yang menginspirasi karena maju sebagai calon anggota legislatif dari Partai NasDem, berkunjung ke Sleman, Senin, 3 Desember 2018, Medcom.id - Vicka
Sleman: Keterbatasan fisik tak menghalangi Anggiasari Puji Aryatie untuk berkecimpung di dunia politik. Meski difabel, Anggi, demikian ia biasa disapa, percaya diri melaju ke bursa calon legislatif DPR RI dari daerah pemilihan DI Yogyakarta.

Tak pernah terbesit di benak Anggi duduk di kursi parlemen di Komplek Senayan Jakarta. Bahkan Anggi sempat apatis pada dunia politik. 


Pemikirannya berubah saat seorang teman mengajaknya bergabung dengan Partai NasDem untuk menjadi bakal calon legislatif di DPR RI. Anggi butuh waktu lama untuk menerima tawaran.

"Saya ditawari nyaleg sama NasDem akhir April 2018. NasDem melihat banyak potensi yang bisa dikerjakan untuk kaum difabel,” kata Anggi pada Medcom.id saat tengah berkumpul bersama difabel di Sleman, DI Yogyakarta, Senin, 3 Desember 2018.

Setelah menimbang cukup lama, Anggie mantap maju menjadi wakil rakyat. Ia pun memiliki misi untuk memperjuangkan teman-temannya, penyandang difabel, melalui kursi parlemen. 

“Sudah waktunya isu disabilitas diangkat jadi isu prioritas. Kami manfaatkan pesta demokrasi supaya kebijakan yang dibuat pemerintah benar-benar mewakili difabel,” kata si bungsu dari dua bersaudara.


(Anggiasari Puji Aryatie, penyandang difabel, yang menginspirasi karena maju sebagai calon anggota legislatif dari Partai NasDem, berkunjung ke Sleman, Senin, 3 Desember 2018, Medcom.id - Vicka)


Impiannya tak muluk-muluk. Ia ingin difabel mendapatkan pendidikan dan pekerjaan yang berkualitas. 

Selama ini ia melihat difabel sulit menimba ilmu di bangku sekolah. Akibatnya mereka tak bisa mengembangkan kemampuan dan keahlian secara maksimal. Selain itu difabel juga sulit mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai kemampuannya.

“Pendidikan dan pekerjaan adalah hak setiap orang supaya kami bisa ikut membangun dan berkontribusi Negara,” tegas alumnus Sastra Prancis Universitas Gajah Mada itu.

Saat nanti terpilih menjadi wakil rakyat, Anggi akan mendorong perusahaan untuk menerima kaum difabel sesuai kuota yang sudah ditetapkan dalam Undang Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. Dalam UU itu disebutkan perusahaan swasta wajib mempekerjakan pekerja difabel satu persen dari total karyawan. Sedangkan untuk perusahaan negeri dua persen.

"Masalahnya sekarang masih banyak yang belum terpenuhi. Itu yang akan diperjuangkan supaya kami bisa hidup mandiri dan sejahtera,” kata Anggi.

Perempuan kelahiran Jakarta, 6 Agustus 1980, itu tengah mempersiapkan diri sebaik-baiknya agar layak dipilih sebagai wakil rakyat. Ia pun rajin mengunjungi teman-teman sesama kaum difabel untuk mendapatkan dukungan dan semangat juang.

 



(RRN)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id