Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma'ruf Ade Irfan Pulungan--Medcom.id/Arga Sumantri
Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma'ruf Ade Irfan Pulungan--Medcom.id/Arga Sumantri

Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf Siap Hadapi Sengketa Pilpres

Pemilu sengketa pilpres pilpres 2019
Arga sumantri • 08 Mei 2019 19:20
Jakarta: Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin siap menghadapi gugatan hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma'ruf, Ade Irfan Pulungan menyebut segala kebutuhan untuk menghadapi sengketa di MK juga telah dipersiapkan.
 
"Kami akan berkoordinasi untuk mempersiapkan diri jika adanya laporan atau pengaduan 02 (Prabowo Subianto-Sandiaga Uno) di MK," kata Irfan di Gedung High End, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Mei 2019.
 
Irfan mengatakan, saat ini petahana sudah unggul sekitar 18 juta suara dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Selisih itu diyakini sulit dikejar atau diimbangi Prabowo-Sandi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Secara akal sehat mudah-mudahan tidak bisa terkejar lagi, walaupun mereka sedang gencar sedang memanipulasi data," ucap Irfan.
 
Irfan mengungkapkan, direktorat hukum TKN telah mengidentifikasi persoalan-persoalan hukum sejak membuka posko pengaduan pada 19 April 2019. Segala bentuk kecurangan atau pelanggaran telah didata kubu petahana.
 
"Sebanyak 25 ribu pengaduan masuk ke hotline pengaduan direktorat hukum, dibagi dua zona, dalam negeri dan luar negeri," ujarnya.
 
Baca: MK Bersiap Hadapi Sengketa Pemilu
 
Hari ini, TKN Jokowi-Ma'ruf merayakan capaian perolehan 80 juta suara. Angka ini didapat berdasarkan hasil rekapitulasi internal TKN dengan mengumpulkan formuli C1.
 
Wakil Direktur Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf Lukman Edy mengatakan perolehan 80 juta suara merupakan angka kemenangan psikologis atau telah mencapai 50 persen plus 1 suara dari partisipasi pemilih. Merujuk data Komisi Pemilihan Umum (KPU) angka partisipasi pemilih mencapai 155 juta suara atau 81 persen.
 
"Kalau sudah 80 juta, artinya pertandingan sudah selesai. Sisanya itu formalitas saja," kata Lukman.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif