Jakarta: Partai Hanura masih mengais harapan bisa lolos ke Senayan di Pileg 2019. Meskipun suara Hanura versi hitung cepat sejumlah lembaga survei jauh di bawah ambang batas parlemen.
Ketua DPP Hanura Benny Rhamdani enggan berandai-andai terkait lolos tidaknya Hanura ke parlemen. Ia masih menunggu proses penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Proses masih berlanjut, bahkan penghitungan dilakukan secara berjenjang. Kalau ditanya optimistis, ya, kami optimistis," kata Benny di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 25 April 2019.
Benny mengatakan Hanura baru akan mengumumkan secara resmi hasil Pileg setelah ada pengumuman dari KPU. Secara internal, kata dia, Hanura juga melakukan penghitungan, baik itu perolehan suara DPRD kabupaten/kota, Provinsi, dan DPR RI.
"Di beberapa daerah untuk kursi DPR RI kan kita dapat juga. Nah persoalannya apakah sampai pada perhitungan akhir kita dinyatakan lolos parliamentary threshold atau tidak," jelas dia.
Hanura menjadi satu dari tujuh partai politik yang diprediksi gagal lolos ke Senayan. Perolehan suara Hanura versi hitung cepat lembaga survei masih di bawah dua persen. Artinya, masih di bawah ambang batas parlemen sebesar empat persen.
Lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) misalnya, mendapati elektabilitas Hanura hanya 1,7 persen. Sementara itu, hitung cepat LSI Denny JA mencatat Hanura hanya meraih 1,89 persen.
Hasil hitung cepat Poltracking dan Indobarometer, raihan suara Hanura hanya 1,64 persen. Hitung cepat versi Charta Politika, perolehan suara Hanura hanya 1,79 persen. Suara Hanura turun drastis dari pemilu 2014 lalu yang mengantongi suara 5,26 persen.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((SCI))