Jakarta: Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi salah satu partai baru yang berebut kursi parlemen pada 2019. Ketua Umum PSI Grace Natalie menyebut partainya punya tiga ambisi.
Pertama, melindungi pemimpin reformis tingkat nasional dan lokal dari gangguan politisi hitam.
"PSI akan menjaga Pak Jokowi (calon presiden Joko Widodo) di DPR, menjaga Kang Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat) di Jawa Barat, menjaga Pak Nurdin Abdullah (Gubernur Sulawesi Selatan) di Sulawesi Selatan dan menjaga Bu Risma (Gubernur Jawa Timur Tri Rismaharini) di Surabaya," kata Grace di Tangerang, Minggu, 11 November 2018.
Kedua, PSI ingin menghentikan praktik pemborosan dan kebocoran anggaran di parlemen. PSI tak ingin sepeser pun uang rakyat dihamburkan dan dikorupsi.
(Baca juga:
Tips Jokowi buat Kader PSI)
Misi ketiga, lanjut Grace, mencegah lahirnya ketidakadilan dan diskriminasi serta intoleransi. "Partai ini tidak akan pernah mendukung Perda Injil atau Perda Syariah," tegas Grace.
Alasannya, perda religi bertendensi menimbulkan diskriminasi terhadap golongan tertentu. Sehingga hal tersebut tak didukung.
Namun, ini tidak termasuk pada daerah khusus. Salah satunya Aceh yang menerapkan perda syariah. Penolakan perda religi dialamatkan pada aturan yang akan dibentuk.
"Beda kalau kita bicara daerah khusus, kita enggak bicara soal daerah khusus," kata Grace.
(Baca juga:
PSI Terinspirasi NasDem)
<iframe class="embedv" width="560" height="315" src="https://www.medcom.id/embed/akW3vWMk" frameborder="0" scrolling="no" allowfullscreen></iframe>
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((REN))