Ketua Badan Pemenangan Pemilu Golkar Wilayah Timur, Azis Samual. Foto: Dok
Ketua Badan Pemenangan Pemilu Golkar Wilayah Timur, Azis Samual. Foto: Dok

Raihan Kursi Terus Merosot, Internal Golkar Bereaksi

Pemilu pemilu serentak 2019
21 Mei 2019 23:56
Jakarta: Meski bisa parkir di tempat ketiga dalam kontestasi Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, internal Partai Golkar tetap bereaksi. Raihan kursi yang terus merosot dari tiga pileg terakhir menjadi pangkal persoalannya.
 
Ketua Badan Pemenangan Pemilu Golkar Wilayah Timur, Azis Samual, meminta petinggi Golkar mengevaluasi pencapaian di Pemilu 2019 ini. Azis mengatakan sejak awal Golkar menargetkan bisa meraih 110 kursi dan bisa menempel raihan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang memenangi pemilu. Namun, Golkar hanya meraih kira-kira 85 kursi. Dari perolehan suara, Golkar pun kalah oleh Gerindra.
 
"Golkar hanya duduk di posisi ketiga. Taksemestinya ini terjadi. Artinya Airlangga (Hartarto) sebagai ketua umum gagal. Sudah sepatutnya bertanggung jawab dan harus mundur," kata Azis melalui keterangan tertulis, Selasa, 21 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia juga meminta Sekretaris Jenderal Golkar Lodewijk Freidrich Paulus bertanggung jawab. Menurutnya, Lodewijk tak cakap dalam mengawal suara. "Sekjen yang harusnya bisa membawa partai ke tujuan, ternyata harus rusak di tengah jalan. Akibatnya partai bobrok dan suaranya jauh dari harapan."
 
Pria yang pernah menjadi pelaksana tugas ketua DPD I Golkar Papua tersebut juga mengajak DPD I dan DPD II Golkar di seluruh Indonesia bergerak. Tujuannya, kata dia, meminta agar musyawarah nasional (munas) Golkar dipercepat karena marwah partai sudah dipermalukan.
 
"Golkar harus segera bangkit dan berbenah. Partai ini sangat terpuruk di bawah nakhoda ketum dan sekjen sekarang. Bahkan anggota kami di bawah minta munas dipercepat, selambat-lambatnya akhir Juli ini," ucap Azis.
 
Hasil rekapitulasi Pemilu 2019 yang diumumkan 21 Mei dini hari, Partai Golkar berada di posisi ketiga dengan raihan 12,31 persen suara atau setara 17.229.789 suara. Padahal, sejak awal partai berlambang beringin ini menargetkan 18 persen suara.
 
Azis mengatakan sejak awal Airlangga optimistis bisa membawa Golkar bersaing ketat dengan PDIP berebut juara pileg. "Nyatanya, bersaing dengan Gerindra saja kesulitan. Jangankan menyamai capaian Pemilu 2014, mengejar capaian hasil survei sebesar 16 persen pun gagal," terangnya.
 
Golkar meraih 127 kursi pada Pemilu 2004. Lima tahun berselang, yakni pada Pemilu 2009, Golkar meraih 105 kursi. Pada Pemilu 2014 jumlahnya terus melorot menjadi 91 kursi. Dan di Pemilu 2019 ini Golkar diprediksi hanya meraih 85 kursi dari 575 kursi yang diperebutkan.
 
"Logikanya (kursi yang diraih) harus bertambah. Jumlah kursi nasionalnya saja nambah. Ini malah turun. Artinya ketua umum tak mampu," tegas dia.
 
Jumlah Kursi Golkar di Empat Pemilu Terakhir:
-Pemilu 2004: 127 kursi
- Pemilu 2009: 105 kursi
- Pemilu 2014: 91 kursi
- Pemilu 2019: 85 kursi

 

(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif