Ketua DPP Golkar Bidang Keumatan Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) - Medcom.id/Denny irwanto.
Ketua DPP Golkar Bidang Keumatan Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) - Medcom.id/Denny irwanto.

TGB Ajak Semua Pihak Menghormati Kemuliaan Ramadan

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019 Ramadan 2019
19 Mei 2019 16:02
Jakarta: Ketua DPP Golkar Bidang Keumatan Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) prihatin pascapemilu diikuti tibanya Bulan Suci Ramadan tidak mampu menyurutkan perilaku melampaui batas sebagian pihak. Ruang publik yang seharusnya diisi dengan ujaran kebaikan, ajakan persaudaraan, motivasi amal saleh justru terus menerus diracuni provokasi yang merusak kemuliaan Ramadan dan persatuan bangsa.
 
"Kita ikuti dengan sabar dan cermat. Mari kita hormati proses yang sebentar lagi tuntas itu dengan tetap mengawalnya sesuai dengan aturan yang kita sepakati," kata TGB di Jakarta, Minggu, 19 Mei 2019.
 
Dia menyebut semua keberatan ada jalurnya. Siapa pun tidak boleh memaksakan kehendak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ajakan destruktif apalagi atas nama agama yang muaranya akan merusak ketertiban sosial harus ditolak. "Jangan lagi idiom-idiom agama dipelintir untuk hasrat kekuasaan. Kosa kata kafir, munafik, azab, ulama su'u, dilontarkan kepada orang yang tidak sepandangan politik," tutur dia.
 
Bahkan, kata dia, akhir-akhir ini ujaran provokasi juga dilontarkan dari tempat yang paling suci bagi umat Islam, Makkah Almukarrramah. Dia menyebutseruan kekerasan, lontaran hujatan dan tuduhan, ancaman kepada orang lain, serta ajakan merusak ketertiban dan keamanan termasuk penyimpangan.
 
Di bulan Ramadan yang mulia ini, dia mengajak semua pihak tidak menodainya. "Jangan kita nodai dengan ujaran kebencian, saling menghujat dan menuduh. Ramadan adalah bulan perdamaian dan kedamaian. Bulan persahabatan dan persaudaraan. Bulan saling menasihati dalam kebaikan," tutur dia.
 
Dia menyebut sebagai bangsa beragama, jalan terbaik sesuai nalar kebangsaan dan keagamaan yang benar, adalah menjalankan semua aturan yang telah disepakati bersama. Tanpa pemaksaan kehendak dan anarkisme.
 
"Mari kawal semua proses berbangsa dengan penuh tanggung jawab, semoga berkah Ramadan terlimpah kepada kita semua," pungkas dia.
 

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif