Wakil Ketua TKN Hasto Kristiyanto. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama.
Wakil Ketua TKN Hasto Kristiyanto. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama.

Elektabilitas Jokowi Sulit Dikejar Prabowo

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf
Damar Iradat • 20 Maret 2019 14:42
Jakarta: Sekreratis Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Hasto Kristiyanto melihat hasil sigi berbagai lembaga survei menggambarkan tren stagnan atau cenderung datar. Hasto menilai, arah kemenangan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 semakin pasti.
 
Menurut Hasto, hal ini tak lepas dari kampanye yang panjang menjadikan pendukung garis keras kedua paslon mencapai kondisi maksimum. Dinamika politik ditentukan gerak pemilih mengambang dan pemilih yang belum mengambil keputusan dengan jumlah yang kian mengecil.
 
"(Dari berbagai hasil survei) sulit mengejar selisih Jokowi-Maruf Amin yang berada antara 13.5 persen hingga 26 persen di atas Prabowo-Sandi," kata Hasto di Jakarta, Rabu, 20 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia melanjutkan, hasil survei terakhir Litbang Kompas juga menunjukkan hal yang tidak jauh berbeda. Perkiraan hasilnya mencapai 56.8 persen untuk Jokowi-Ma'ruf dibandingkan Prabowo-Sandi 43.2persen. Ini menjadi gambaran pematangan maksimum pendukung masing-masing paslon.
 
Ia melanjutkan, debat cawapres yang diharapkan oleh Tim 02 sebagai daya tarik terhadap Prabowo-Sandi ternyata berakhir anti-klimaks. Kepiawaian Ma'ruf dalam karakter otentik sebagai ulama bersarung, mampu menghadapi Sandiaga Uno yang terkesan mendaur ulang ide lama seperti Oke-OCE.
 
"Praktis daya dukung Sandi saat debat hanya tampilan jas mahal yang justru menjadi kontras dengan sosok ulama yang sederhana," tegasnya.
 
Selain itu, menurut dia, seluruh Parpol Koalisi Indonesia Kerja pasca konsolidasi dengan para kepala daerah, wakil kepala daerah, dan pimpinan DPRD, semakin memperkuat gerak teritorial guna memertebal selisih kemenangan bagi Jokowi-KH Maruf Amin.
 
Menurut Hasto, ke depan, pasca kemenangan Jokowi-Maruf harus diikuti langkah konsolidasi persatuan dan kesatuan bangsa secara masif dan melalui pendekatan multidimensional.
 
"Apapun pemilu hanya alat untuk mencari pemimpin. Seluruh Parpol Pendukung Pak Jokowi akan kedepankan langkah rekonsiliasi akibat ketegangan politik selama pemilu," tandas Hasto.
 

(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif