Ilustrasi--Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin menerima plakat nomor urut Capres dan Cawapres Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta. Foto: MI/Ramdani
Ilustrasi--Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin menerima plakat nomor urut Capres dan Cawapres Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta. Foto: MI/Ramdani

TKN Dianggap Berhasil Gunakan Media Sosial

Pemilu penghitungan suara pilpres 2019
K. Yudha Wirakusuma • 10 Mei 2019 19:41
Jakarta: Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin diniai berhasil menggunakan seluruh elemen media sosial. Hal itu terlihat dari tingginya perolehan suara pasangan calon presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin atas pasangan Prabowo-Sandiaga dalam hitung manual Komisi Pemilihan Umum (KPU).
 
"Setiap masa kampanye, media sosial menjadi salah satu sarana komunikasi calon presiden, calon anggota legislatif, calon gubernur maupun calon bupati. Tapi banyak dari mereka salah menggunakan media sosial," kata Direktur PoliticaWave, Sony Subrata dalam keterangan resminya, Jumat, 10 Mei 2019.
 
Sony mengatakan selama masa kampanye Pemilu 2019, masih banyak tim kampanye melakukan kesalahan elementer. Seperti salah strategi, hingga kurang pahamnya komunikasi digital.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kesalahan ini terjadi karena tim kampanye di media sosial salah menyusun strategi dan kurang memahami bagaimana cara berkomunikasi secara digital yang efektif dan efisien." kata Sony.
 
Baca: Jokowi-Ma'ruf Unggul di 31 Daerah di Jatim
 
Menurut Sony, setiap kampanye digital harus dimonitor, diukur, dievaluasi dan disesuaikan untuk menjadi strategi berikutnya.
 
"Di PoliticaWave, kami memantau masa kampanye secara penuh, 24 jam, mencakup Twitter, Facebook, Instagram, YouTube, Kaskus dan berbagai forum diskusi. Termasuk sekitar 400 media online di dalam dan luar negeri. Dari analisa kami, terlihat strategi komunikasi timses yang berhasil dan yang gagal," kata Sony.
 
Keunggulan pasangan Jokowi-Ma'ruf di media sosial adalah strategi komunikasinya yang benar. Tim Jokowi-Maruf fokus dan terarah kepada substansi dan akurasi. "Bukan sekadar sebanyak-banyaknya isu dan percakapan," tambah Sony.
 
Selain itu, kata Sony, tim media sosial pasangan Jokowi-Ma'ruf selalu berkomitmen untuk perang terhadap berita bohong atau hoaks.
 
"Tim media sosial Jokowi-Ma'ruf juga tidak terpancing melawan hoaks dengan hoaks, melawan fitnah dengan fitnah. Ini adalah strategi komunikasi yang tepat," ujar Sony.
 
Sony berharap, saat pemilihan kepala daerah mendatang, timses belajar dari kampanye media sosial Pilpres 2019 ini, khususnya dari tim media sosial Jokowi-Ma'ruf.
 
"Banyak strategi yang bisa digunakan dan banyak strategi yang harus dihindari. Sistem algoritme di PoliticaWave bisa membedakan akun riil dan akun bodong. Karena sejak 2012 algoritme kami terus belajar dari upaya-upaya mereka yang menciptakan akun-akun robot untuk membentuk opini di media sosial. Itu semua kami filter," kata Sony.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif