Jakarta: Menteri Dalam Negeri (
Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan mewujudkan pemilu damai merupakan tanggung jawab bersama. Bukan hanya pemerintah, penyelenggara atau peserta, tetapi semua lapisan masyarakat sebagai pemilih.
Dia menjelaskan
pemilu merupakan
landmark demokrasi yang melibatkan peran berbagai pihak dan berorkestrasi secara harmonis dalam memilih wakil rakyat. Ada lima elemen kunci dalam mewujudkan terlaksananya pemilu yang damai, jujur, adil, dan bermartabat.
"Ada sejumlah elemen yang simultan bergerak sama-sama bertanggung jawab, satu adalah penyelenggara pemilu,
KPU dan jajaran, Bawaslu dan jajaran, termasuk pemerintah juga mendukung anggaran dan lain-lain," ujar Tito dalam keterangan tertulis, Minggu, 23 Juli 2023.
Mendagri mengatakan elemen kedua, yaitu peserta pemilu yang siap menang dan siap kalah. Hal ini penting lantaran pemilu tidak hanya menghasilkan pemenang, pasti ada pihak yang kalah. Di situ butuh kesadaran dan jiwa besar untuk siap menerima apa pun hasilnya.
Ketiga, media yang berperan penting dalam memengaruhi publik. Menurut dia, peran media sebagai bagian dari pilar demokrasi sangat strategis. Media senantiasa memberi informasi yang benar dan turut mengedukasi masyarakat.
Keempat, masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat. Pada poin keempat ini, Mendagri menekankan partisipasi masyarakat yang tinggi akan menentukan legitimasi kuat dari masyarakat.
"Kemudian yang berikutnya lagi adalah aparat keamanan untuk menjaga situasi keamanan agar tetap terjaga baik. Jadi orkestrasi semua pihak," ujar dia.
Bila semua pihak mengambil perannya masing-masing dan bahu-membahu menyukseskan pemilu, pada akhirnya pemimpin atau wakil rakyat yang terpilih benar-benar berintegritas. Pemilu Indonesia akan makin berkualitas.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((AZF))