Jakarta: Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Ace Hasan Syadzily meminta peristiwa banjir di Madiun, Jawa Timur tak dipolitisasi. Hal ini merespons kritikan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terkait banjir di Tol Ngawi-Kertosono, tepatnya di Simpang Susun Madiun.
Ace mengaku heran dengan kritik BPN Prabowo-Sandi. Menurut dia, bila hanya jalan tol banjir yang dikritik, BPN Prabowo-Sandi sangat terlihat mencari-cari celah untuk menyoroti Jokowi.
"Jadi kalau orang hanya mempersoalkan tolnya, niat banget mau kritik pak Jokowi, sementara musibah banjir itu meluas di mana-mana, itulah yang harus ditangani," kata Ace di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 8 Maret 2019.
Menurut Ace, banjir di Madiun bukan kali ini terjadi. Masyarakat maupun pemerintah juga tak bisa menolak manakala banjir memang harus melanda.
"Namun bukan berarti kita harus meninggalkan atau tidak menerapkan pembangunan infrastruktur di daerah tersebut," ungkap politikus Golkar itu.
Ace juga meminta BPN Prabowo-Sandi tak hanya menyoroti peristiwa banjir yang terjadi. Ia mengajak kubu oposisi juga melihat upaya pemerintah menangani wilayah terdampak banjir.
Baca Juga: Madiun Darurat Banjir
Ace menegaskan pemerintah tidak tinggal diam dengan kondisi tersebut. Khusus banjir di tol Madiun, kata Ace, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) juga terjun langsung untuk memastikan agar infrastruktur tidak mengganggu lalu lintas perekonomian di Madiun.
Ace menjelaskan, peristiwa banjir bukan hanya terjadi di kilometer 603-604 saja. Namun, daerah lain di Indonesia pun sering mengalami kejadian serupa. "Jadi jangan hanya melihat banjir di jalan tol, justru yang harus kita sama sama benahi dan persoalkan adalah banyak banjir tersebut," ujarnya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((AGA))