Jakarta: Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin melaporkan salah satu surat kabar nasional
Indopos ke Dewan Pers. Pelaporan terkait dugaan berita yang menyesatkan.
Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Hasto Kristiyanto mengatakan upaya ini sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku. Pelaporan dilakukan karena kubu Jokowi-Ma'ruf menghormati kebebasan pers.
"Oleh karena itu, upaya yang kami lakukan sebagai bagian menjaga muruah pers itu sendiri," kata Hasto di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat.
Hasto mengatakan sebagai pilar keempat Demokrasi, lembaga pers bertanggung jawab memberikan informasi terkait seluruh persoalan bangsa dan negara berdasarkan fakta dan ideologi Pancasila. Pers tidak boleh memberitakan hal-hal bohong atau pun informasi yang sumbernya tidak jelas dan belum terverifikasi.
Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma'ruf Usman Kansong menyebut pelaporan dilakukan sore tadi. Usman menyayangkan ada media arus utama yang justru mengangkat berita yang cenderung fitnah dan tanpa data yang valid.
"Kami akan mengadukan pemberitaan salah satu harian yang di situ menggambarkan sesuatu yang tidak benar dan menyesatkan," kata Usman.
Cuplikan tangkapan layar berita Indopos yang dipersoalkan. Gambar: Istimewa.
Usman sudah mencoba mengklarifikasi pemberitaan yang dipermasalahkan ini ke media cetak yang dimaksud. Informasi sementara, kata dia, pemimpin media tersebut mengaku kecolongan. Namun, bagi Usman, ini bukan alasan yang bisa diterima.
"Mungkin ada preferensi politik personal atau institusional. Itu bisa ditelusuri Dewan Pers berdasarkan laporan yang akan kami bikin," ucap dia.
Koran
Indopos memuat berita bertajuk "Ahok Gantikan Ma'ruf Amin?". Dalam berita itu juga ada grafis yang berjudul "Prediksi 2019-2024".
Baca: Jokowi Mendominasi Pemberitaan Media Massa Sepanjang 2018
Grafis berisi simulasi tentang kemungkinan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok menggantikan Ma'ruf bila terpilih menjadi wakil presiden. Grafis yang diduga menukil langsung gambar yang ada di media sosial juga menyeret Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo.
Di simulasi yang dimuat
Indopos, Jokowi-Ma'ruf terpilih sebagai presiden dan wakil presiden. Lalu, Ma'ruf Amin mengundurkan diri dan digantikan Ahok. Jokowi-Ahok akan memimpin pemerintahan.
Setelah itu, Jokowi mengundurkan diri sebagai presiden dan Ahok menggantikannya. Kemudian, Hary Tanoe diangkat sebagai wakil presiden.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((OGI))