Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan telaah visi dan misi pasangan calon presiden. Seliruh program yang ditawarkan dianggap menunjukan komitmen terhadap perlindungan anak.
Ketua KPAI Susanto menilai kedua pasangan calon mempunyai komitmen yang besar terkait perlindungan anak. Keduanya juga secara fundamental mempunyai kesamaan.
“Keduanya mempunyai concern yang sama terkait gizi, hak dasar anak, layanan kesehatan. Hanya titik tekannya beda,” kata Susanto, di gedung KPAI, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Maret 2019.
Terkait perlindungan khusus, Susanto menuturkan, keduannya juga mempunyai ikhtiar untuk layanan perlindungan anak baik sebagai korban atau pelaku. Kemudian kesamaan komitmen juga pada ikhtiar untuk melindungi anak dari paparan radikalisme dan toleransi.
Nantinya hasil pemaparan visi misi yang telah disampaikan akan KPAI telaah secara utuh dari berbagai perspektif. “Ada klasifikasi pemenuhan hak dasar ada juga perlindungan khusus ini tentu akan menjadi catatan KPAI,” ujar Susanto.
Telaah visi dan misi kedua Paslon ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar komitmen kedua paslon terkait perlindungan anak dengan jumlah anak mencapai 83 juta. Karen perlindungan anak menyangkut masa depan bangsa kedepan.
Dalam telaah ini hadir perwakilan dari Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Ida Fauziah. Sedangkan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi diwakili oleh Juru Debat Ledia Hanifa. Mereka berdua bergantian memaparkan visi misi kedua paslon terkait isu perlindungan anak.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((BOW))