Tangerang: Koordinator Divisi Perencanaan dan Informasi
KPU Kota Tangerang, Ahmad Subhan mengatakan, wilayah
Bandara Soekarno-Hatta terancam tidak ada tempat pemungutan suara (TPS). Pasalnya, hingga saat ini otoritas bandara belum mengajukan jumlah pemilih atau karyawannya yang aktif saat pemilihan nanti kepada KPU.
"Perusahaan di bandara sampai saat ini tidak ada yang mengajukan jumlahnya (data karyawan) ke kami. Karena di bandara itu masuk dalam TPS lokasi khusus bukan regular," ujarnya, Jumat, 3 November 2023.
"Pasalnya, data itu penting karena sangat erat berhubungan dengan logistik Pemilu 2024," sambungnya.
Menurut Subhan, di kawasan Bandara Soekarno-Hatta saat ini terdata sekitar 10 perusahaan, di mana terdapat ratusan lebih jumlah pemilih. Intinya, kata Subhan, pihaknya berharap di bandara ada TPS meskipun di detik-detik sebelum pencoblosan.
"Di bandara ini ada kawasan industri, sekitar ada 10 perusahaan. Mereka tidak bisa mendeteksi siapa pegawai yang saat 14 Februari 2024 itu yang masuk kerja. Kami berharap agar ada TPS di sana, jadi daerahnya itu tersendiri karena kalau kita tempatkan di daerah penyangga itu tidak mencukupi," jelasnya.
Subhan menuturkan, hingga saat ini pihaknya melakukan opsi untuk mengalihkan pemilih ke sekitar TPS regular di wilayah yang dekat dengan Bandara Soekarno-Hatta, sebelum ada ketetapan dari KPU RI.
"Untuk sementara ini kita arahkan nanti para pekerja ke TPS regular di lokasi penyangga seperti di kawasan Benda dan Neglasari," katanya.
"Bila nanti respon dari para pegawai ini banyak dan tidak bisa tertampung di TPS regular di dua daerah itu. Maka kita akan mengajukan kembali ke KPU RI, untuk meminta kebijakan didirikan TPS di Bandara Soekarno-Hatta," imbuhnya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((WHS))