Jakarta: Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin enggan membuka keburukan Sudirman Said meski eks Menteri ESDM itu kerap memfitnah Jokowi. Sudirman justru diajak mengedepankan adu gagasan di PIlpres 2019.
Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto menyayangkan narasi yang dibangun Sudirman. Namun, tudingan yang memojokkan Jokowi tak akan dibalas dengan hal serupa.
Hasto mengaku memiliki informasi personal dan sepak terjang Sudirman. Misalnya kenapa mantan cagub Jateng itu menjadi menteri, hingga akhirnya dipecat.
"Tapi kan kita menjaga beliau (Sudirman). Sebagai mantan pejabat negara yang harus kita jaga, juga seluruh nama dan kehormatannya," kata Hasto di Jakarta, Rabu, 20 Februari 2019.
Ia menyebut, pihaknya tak ingin membuka latar belakang Sudirman. Meski faktanya, Sudirman memfitnah Jokowi soal pertemuan rahasia dengan Freeport.
Sebab apa yang dikatakan Sudirman Said tak berdasar. Hasto ingin mengajak Sudirman kembali ke kontestasi pemilihan umum yang mengedepankankan adu gagasan.
"Kami lebih memberikan apresiasi kepada Pak Sudirman apabila mampu memberikan kebijakan alternatif di luar yang dilakukan Pak Jokowi," kata Hasto.
Prinsipnya, kata dia, kepemilikan negara atas saham 51 persen di Freeport tak bisa dibantah. Hal ini merupakan bukti komitmen Jokowi untuk Pasal 33 di UUD 1945.
Baca: Jokowi Bantah Ada Pertemuan Rahasia dengan Bos Freeport
"Sehingga apa pun yang disuarakan Pak Sudirman Said, publik melihat bahwa itu sebagai sebuah bentuk kekecewaan dari dia. Karena yang penting hasilnya (Freeport)," tandas Hasto.
Sebelumnya, Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) yang juga mantan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengungkapkan ada pertemuan khusus Presiden Joko Widodo dan Bos Freeport James R Moffet di Istana 2015 lalu. Kata Sudirman, pertemuan itu yang memprakarsai terbitnya surat 7 Oktober 2015 yang sempat heboh.
"Surat 7 Oktober 2015. Jadi surat itu seolah-olah saya yang memberikan perpanjangan izin (Freeport), itu persepsi publik," kata Sudirman, Rabu, 20 Februari 2019.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((FZN))