Jakarta: Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto khawatir pelabuhan dan bandara di Indonesia dioperasikan pihak asing. Menurut Prabowo, kondisi tersebut dikhawatirkan mengurangi atau bahkan menutup pemasukan bagi negara.
"Kami khawatir pelabuhan dan bandara di-
operate asing. Suatu saat tidak cocok, bisa ditutup saluran nafas (pemasukan) suatu bangsa," kata Prabowo dalam debat capres di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu, 30 Maret 2019.
Berdasarkan data, aset pelabuhan dan bandara dikuasai negara. Meski, pihak asing dan swasta nasional bisa terlibat dalam pengelolaan sejumlah infrastruktur di Tanah Air.
Kepemilikan infrastruktur nasional berdasarkan komposisi saham perusahaan nasional minimal 51 persen dan asing maksimal 49 persen. Pembagian kepemilikan ini dalam hal cakupan kerja sama, penyediaan infrastruktur pembangunan, pengembangan, dan pengoperasian.
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi sebelumnya mengatakan kerja sama pengelolaan pelabuhan dan bandara menggunakan skema pemanfaatan barang milik negara (aset) dan kerja sama operasional dalam jangka waktu tertentu. Dengan demikian, tidak ada penjualan aset atau pengalihan aset negara dalam kerja sama tersebut.
"Hal lainnya yang harus digarisbawahi yang paling utama adalah pada akhir perjanjian atau konsesi, aset menjadi milik pemerintah Indonesia," tegas Budi.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((HUS))