Ilustrasi suap - Medcom.id.
Ilustrasi suap - Medcom.id.

Serangan Fajar Dinilai Menghancurkan Moral

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Candra Yuri Nuralam • 16 April 2019 12:37
Jakarta: Kebiasaan membagikan uang jelang pencoblosan atau kerap disebut serangan fajar dinilai bentuk pelecehan terhadap demokrasi. Mental bangsa bisa hancur jika terus dilakukan.
 
"Siapa pun yang terlibat money politic harus ditindak tegas karena merusak nilai-nilai demokrasi dan menghancurkan mental bangsa," kata Direktur Ekskutif Indonesian Public Institute Karyono Wibowo kepada Medcom.id Selasa, 16 April 2019.
 
Karyono menjelaskan serangan fajar akan menggiring opini masyarakat dengan memilih pemimpin yang paling kaya. Masyarakat tidak akan lagi melihat rekam jejak calon.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perilaku politik uang ini sama dengan menyogok rakyat. Hal ini tidak memberikan pendidikan politik rakyat yang baik. Ini bukan mencerdaskan tapi pembodohan," ujar Karyono.
 
Kebiasan serangan fajar ini dinilai bisa membuka potensi korupsi baru di kemudian hari. Para politikus terpilih dinilai akan mencari cara untuk mengembalikan modal kampanye dengan mencatut sejumlah proyek saat mendapat kursi jabatan.
 
(Baca juga:Cegah 'Serangan Fajar,' Bawaslu dan Warga Tingkatkan Patroli)
 
"Politik uang ini tidak bisa dianggap remeh karena pengaruhnya memiliki korelasi dengan meningkatnya kasus korupsi di Indonesia," tutur Karyono.
 
Untuk itu, Karyono menganjurkan kepada masyarakat untuk tetap kukuh pada pendiriannya dan tidak mudah terhasut dengan pemberian apa pun. Aparat keamanan diminta tegas menindak siapa pun yang kedapatan memberikan dana kepada masyarakat.
 
"Potensi politik uang yang dilakukan di malam hari hingga dini hari atau yang sering disebut dengan "serangan fajar" tetap harus diwaspadai," ucap Karyono.

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif