Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin--Antara/ SIgid Kurniawan.
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin--Antara/ SIgid Kurniawan.

Jokowi-Ma'ruf bakal Rebut Jawa Barat

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf
Depi Gunawan • 21 Januari 2019 07:53
Jakarta: Cawapres Ma'ruf Amin optimistis mayoritas warga Jawa Barat bakal memilih pasangan Jokowi Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019. Dengan memiliki darah keturunan Sunda, Ma'ruf menyebutkan, warga Sunda bakal memilihnya sebagai wakil presiden untuk mewakili rakyat Jawa Barat.
 
"Katanya orang Sunda itu asa aya, tapi teu aya, asa teu aya tapi aya. Tapi sekarang kudu aya, sing aya (katanya orang Sunda berasa ada, tapi tidak ada, berasa tidak ada tapi ada. Tapi sekarang harus ada, wajib ada). Karena itu, Jokowi-Amin harus menang," katanya saat sambutan dalam acara deklarasi dukungan dari masyarakat kepada Jokowi-Ma'ruf Amin di Desa Cigugur Girang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Minggu, 20 Januari 2019.
 
Pasangan capres Joko Widodo itu bahkan telah dikukuhkan sebagai wakil orang Sunda oleh sesepuh Sunda, Solihin GP. Dengan begitu, kini saat yang tepat bagi masyarakat Jawa Barat untuk mendukung calon yang berasal dari tanah Sunda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Hasto: Perolehan Suara Jokowi-Ma'ruf di Jabar Meningkat
 
Ia menyebutkan masyarakat Sunda yang pernah duduk di pucuk pimpinan nasional Indonesia sudah sangat lama. Terakhir, terdapat nama Umar Wirahadikusumah yang menjabat sebagai Wakil Presiden ke-4 RI.
 
"Kalau dulu, orang Sunda diwakili Pak Umar Wirahadikusumah yang jenderal, sekarang diwakili saya yang kiai," ujarnya.
 
Namun, Ma'ruf mengakui masyarakat Jawa Barat dan Indonesia sekarang menghadapi tantangan, yaitu hoaks yang menimpa pasangan 01. Salah satunya penyebaran fitnah jika Jokowi ialah PKI.
 
"Kemarin yang membuat isu itu datang ke rumah saya, 'Pak kiai yang bikin isu itu saya, karena itu saya sekarang tobat, tidak mau-mau lagi'. Karena itu jangan mau dibohongi," tuturnya.
 
Ma'ruf juga mengungkapkan tuduhan lainnya yang menyebutkan Jokowi anti-Islam. Menurutnya, bisa saja Jokowi mengambil cawapresnya dari politisi, pengusaha, jenderal, atau kalangan profesional. "Anti-Islam bagaimana, wakilnya saja kiai. Inilah isu-isu yang perlu dilawan," tegasnya.
 
Ia mengimbau masyarakat berhati-hati menggunakan media sosial (medsos) agar terhindar dari tsunami teknologi. "Medsos harus memberikan manfaat. Tapi kalau sudah digunakan tidak baik, medsos ini menjadi tsunami teknologi," tambahnya.
 
Ajak kiai dan santri
 
Ketika berkampanye di hadapan kiai dan ulama se-Bandung Raya, Ma'ruf juga mengajak para kiai dan ulama untuk menjaga persatuan bangsa dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai tantangan dan ancaman.
 
"Indonesia sudah sering menghadapi tantangan dan upaya-upaya untuk mengganti ideologi Pancasila yang telah terbukti menyatukan masyarakat mempersatukan," katanya.
 
Menurut Ma'ruf Amin, saat ini terjadi perang ideologi. Padahal para pendiri bangsa sudah sepakat Pancasila sebagai ideologi negara.
 
"Ini sudah menjadi kesepakatan seluruh pendiri bangsa sehingga jika ada yang ingin mengubah ideologi tapi tidak sesuai kesepakatan, akan tertolak," katanya.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif