Direktur Eksekutif lembaga survei Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi. Foto: MI/Adam Dwi.
Direktur Eksekutif lembaga survei Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi. Foto: MI/Adam Dwi.

Serangan Personal pada Capres tak Dipercaya Masyarakat

Pemilu pilpres 2019
Kautsar Widya Prabowo • 09 Januari 2019 02:02
Jakarta: Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terkait isu-isu personal yang menyerang calon presiden. Hasilnya, serangan personal kepada capres nomor urut 01 Joko Widodo dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto tidak dipercaya masyarakat.
 
Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi membeberkan, isu yang menyerang capres nomor urut 01 adalah soal orang tua Jokowi yang disebut beragama Kristen. Sebanyak 80 persen masyarakat tidak mengetahui isu tersebut, sementara 20 persen masyarakat tahu atau pernah mendengar tuduhan tersebut.
 
"Di antara yang mengetahui, mayoritas tidak percaya atau sebanyak 57 persen. Kemudian sekitar 20 persen percaya, dan selebihnya tidak bisa menilai atau 23 persen," ujar Burhanuddin di Kantor Indikator, Jakarta Pusat, Selasa, 8 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan isu yang menyerang capres nomor urut 02 ialah soal keterlibatan Prabowo dalam penculikan aktivis 97/98. Hasilnya, hanya 30 persen masyarakat yang tahu atau pernah mendengar tudingan tersebut.
 
Dari angka tersebut, sebanyak 40 persen responden percaya Prabowo terlibat dalam penculikan aktivis 97/98. "Sekitar 33 persen tidak percaya, selebihnya tidak bisa menilai 27 persen," jelas Burhanuddin.
 
Survei melibatkan 1.220 responden yang memiliki hak pilih. Sampel dipilih secara acak dengan teknik multistage random sampling.
 
Kontrol kualitas terhadap hasil wawancara dilakukan secara acak sebesar 20 persen dari total sampel. Supervisor mendatangi kembali responden terpilih (spot check).
 
Jajak pendapat ini memiliki margin of errorsekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Hasil survei menunjukkan dinamika politik selama masa pengambilan data pada 16 sampai 26 Desember 2018.
 

(HUS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi