Pendiri Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) Hadar Nafis Gumay. Foto: Ilham Wibowo/Medcom.id
Pendiri Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) Hadar Nafis Gumay. Foto: Ilham Wibowo/Medcom.id

Elite Politik Diminta Dewasa Menyikapi Hasil Pemilu

Pemilu pemilu serentak 2019
Ilham wibowo • 21 April 2019 14:13
Jakarta: Para elite politik diminta dewasa dalam menyikapi hasil Pemilu 2019. Kubu yang kalah harus menjaga pendukungnya agar taat kepada ketetapan konstitusi.
 
"Kami sangat peduli damai, kepastian hukum bisa diciptakan di negeri ini. Jangan pertaruhkan ini gara-gara pemilu dan mari ciptakan suasana kondusif," ujar pendiri Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) Hadar Nafis Gumay di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Minggu, 21 April 2019.
 
Hadar menyampaikan Undang-undang sudah menunjuk KPU sebagai wasit dari perhelatan pesta demokrasi lima tahunan ini. Karenanya, tidak elok kalau proses pengambilan suara pemilih yang rumit ini mendelegitimasi penyelenggara pemilu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penetapan pemenang atau hasil pemilu otoritasnya ada di KPU bukan hanya di level peraturan KPU tapi di level konstitusi kita. Semua peserta berhenti untuk menyatakan dirinya pemenang. Mari hormati adanya penerapan undang-undang yang sesungguhnya kepastian hukum," paparnya.
 
Di sisi lain, eks Komisioner KPU itu menilai proses pencoblosan sudah berjalan cukup baik, meski masih ada yang perlu dievaluasi. Partisipasi masyarakat meningkat menjadi 80 persen. Jumlah tersebut melebihi target yang dicanangkan KPU sebesar 75 persen.
 
"Pemungutan suara secara umum, kita simpulkan berjalan cukup baik. Memang ada pemungutan suara ulang yang harus segera dituntaskan tetapi situasi yang tercipta warga sudah partisipasi sampaikan pilihan, mari kita tunggu hasil finalnya," pungkasnya.
 
Pemilu sudah berlangsung pada Rabu, 17 April 2019. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, publik memilih secara bersamaan presiden serta wakilnya di DPR, DPRD, dan DPD.
 
Berdasarkan hitung cepat, calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo-Ma’ruf diprediksi memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Jokowi-Ma’ruf meraih 54 persen suara, sedangkan rivalnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 45 persen.
 
Namun, kubu Prabowo enggan mengakui hasil hitung cepat yang disiarkan sejumlah media nasional. Prabowo mengeklaim sebagai pemenang Pilpres 2019 berdasarkan penghitungan internal jajarannya. Relawan pun diminta mengawal suara di daerah.
 
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menegaskan hasil hitung cepat hanya bisa dijadikan sebuah referensi. KPU akan mengumumkan resmi hasil perhitungan suara yang sah pada 22 Mei 2019.
 

(AZF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif