Karopenmas Mabes Polri Brigadir Jenderal Pol Dedi Prasetyo. ANT/Indriyanto Eko.
Karopenmas Mabes Polri Brigadir Jenderal Pol Dedi Prasetyo. ANT/Indriyanto Eko.

Polri Tambah Penjagaan di KPU

Pemilu unjuk rasa pemilu serentak 2019
Cindy • 20 Mei 2019 15:44
Jakarta: TNI-Polri menambahkan dua ribu personel untuk berjaga saat pengumuman hasil rekapitulasi suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Total ada 34 ribu pasukan diterjunkan dan berfokus di Jakarta.
 
"Di Jakarta semua fokus Jakarta, hampir 34 ribu personel. Itu semua TNI-Polri," kata Karopenmas Polri Brigadir Jenderal Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 20 Mei 2019.
 
Baca: Polri Terus Berupaya Memereteli Mobilisasi Massa

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


TNI juga menyiagakan 20 ribu personel cadangan. Sehingga, total sebanyak 54 ribu personel disiagakan mengawal pengumuman hasil pemilu tersebut.
 
"Justru (TNI-Polri) mempersiapkan juga 20 ribu pasukan cadangan apabila memang betul-betul dibutuhkan saat situasi tertentu. Harapan kita situasi damai, aman, dan tertib," ucapnya.
 
Dua puluh ribu personel itu dikirim dari seluruh daerah di Indonesia. Polri dan TNI ingin memberikan jaminan keamanan untuk masyarakat.
 
"Semuanya itu dalam rangka untuk memberikan jaminan keamanan pada tanggal 22 (Mei) baik sebelum maupun pasca-pengumuman tingkat nasional," tutur Dedi.
 
Dedi menegaskan pasukan yang berjaga tak dilengkapi peluru dan senjata tajam. Mengantisipasi aksi teror, anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 masih mengembangkan kasus tersebut dari beberapa penangkapan terakhir.
 
Baca: Waspada Teror 22 Mei, Masyarakat Diimbau Tak Demo
 
"Fakta yang ada pelaku sangat dekat dengan kita. Di Bekasi, Cileungsi, hari ini juga penegakan hukum preventive strike di Jakarta. Tidak menutup kemungkinan kelompok ini bergabung dalam aksi massa," kata dia.
 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif