Sistem pendingin sepeda motor beragam jenis. suzuki
Sistem pendingin sepeda motor beragam jenis. suzuki

Ada 4 Jenis Sistem Pendingin Sepeda Motor, Begini Cara Kerjanya

Otomotif Sepeda Motor tips motor perawatan kendaraan Perawatan Motor
Adri Prima • 01 Desember 2021 18:04
Jakarta: Sistem pendingin sepeda motor berfungsi untuk menjaga suhu atau temperatur mesin. Pasalnya, proses pembakaran yang menghasilkan tenaga pada mesin sepeda motor mengeluarkan panas yang harus diredam. 
 
Setiap mesin diciptakan dengan mempertimbangkan beberapa aspek seperti daya tahan, keselamatan, ramah lingkungan dan ekonomis. Sistem pendingin adalah salah satu aspek keselamatan dan ekonomis yang sangat penting. 
 
Temperatur yang terlalu tinggi terjadi pada mesin akan menurunkan kinerjanya dan kerusakan pada beberapa komponen. Untuk menghindari hal ini, sistem pendingin menjadi solusi paling tepat untuk mesin motor agar bekerja sempurna.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain untuk mengurangi panas dari mesin motor, fungsi lain dari sistem pendingin antara lain mempertahankan temperatur mesin, mempercepat tercapainya temperatur kerja mesin, serta menyebarkan panas dengan merata. 
 
Dilansir dari laman resmi Suzuki Indonesia, berikut ini ragam jenis sistem pendingin sepeda motor beserta cara kerjanya: 
 

1. Sistem pendingin dengan udara alami


Sistem pendingin ini digunakan pada motor bebek di bawah 125 cc. Kapasitas mesin yang rendah memungkinkan pendinginan memanfaatkan udara alami dengan memanfaatkan siri-sirip pendingin yang ada pada mesin motor.
 
Sistem akan bekerja ketika motor berjalan, oleh karena itu mesin tidak ditutup sehingga aliran udara akan bekerja.
 
Cara kerjanya adalah ketika motor berjalan, udara akan melewati celah dari setiap sirip mesin. Dari sinilah panas yang mengalir di silinder mesin beralih ke dinding silinder dalam dan luar baru keluar ke udara. 
 
Kelebihan dari sistem pendingin udara alami ini adalah bagus saat cuaca dingin maupun panas. Kekurangannya adalah motor cepat panas ketika kondisi jalan macet karena tidak ada udara yang mengalir.

2. Sistem pendingin dengan udara kipas


Berbeda dengan pendingin mesin motor udara alami yang tidak bekerja saat macet, pendingin kipas justru bekerja lebih baik. Alasannya karena komponen pendinginnya mengandalkan kipas yang tetap berputar meskipun jalanan macet. 
 
Kipas akan menciptakan aliran udara dari luar ke dalam mesin dan proses pendinginan pun akan bekerja. Pemasangan kipas berada pada poros engkol mesin dan letaknya pada di bawah jok, tertutup dengan cover. 
 
Hasilnya adalah pendinginan lebih efektif karena udara bertekanan akan dialirkan ke arah silinder serta kepala silinder. Sistem ini sekarang banyak digunakan pada jenis motor matic. 
 

3. Sistem pendingin dengan air


Sistem pendingin sepeda motor yang selanjutnya adalah memanfaatkan air dan lebih sering digunakan pada motor berkapasitas 150 cc ke atas. Alasannya proses pendinginan yang akurat serta cepat, mengingat motor lebih mudah panas. 
 
Cara kerjanya tidak jauh berbeda dengan sistem pendingin pada mobil, bedanya tidak ada cooling fan pada motor. Letak radiatornya mudah terkena angin sehingga tidak dibutuhkan cooling fan. 
 
Proses pendinginan dimulai ketika water coolant berjalan masuk ke arah ruang mesin. Cairan tersebut akan bekerja menyerap panas di area mesin dan thermostat akan terbuka. Selanjutnya, cairan masuk ke radiator dan saluran di ruang mesin digantikan dengan water coolant yang baru. 
 
Prosesnya terus berulang selama kendaraan berjalan. Adapun beberapa komponen penting di dalam sistem ini yaitu radiator, pompa air, thermostat dan juga selang. Komponen radiator akan bekerja untuk mendinginkan air yang memiliki temperatur tinggi usai menyerap panas mesin. 

4. Sistem pendingin dengan oli 


Jenis pendingin yang terakhir memanfaatkan oli atau oil cooling system. Ada dua jenis fungsi oli, pertama untuk melumaskan mesin dan kedua untuk menyerap panas. 
 
Oli akan bersirkulasi melalui komponen oil cooler yang bentuknya mirip dengan radiator namun lebih kecil. Saluran oil cooler ini mengelilingi mesin, mirip dengan saluran pada water coolant. 
 
Pada saat itulah oil cooler akan menyerap panas dari mesin. Saluran ini memiliki sirip-sirip yang bekerja untuk mendinginkan oli ketika terkena terpaan udara dari depan saat motor berjalan. 
 
Kinerja dari sistem inilah yang membuat suhu mesin tetap terjaga sekaligus mesin tetap terlumasi dengan baik. Oleh karena itu, jika motor Anda menggunakan sistem pendingin ini, jangan pernah terlambat untuk mengganti oli.
 
(PRI)
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif