Jakarta - Pada beberapa kondisi, memainkan tuas gas atau ngocok gas di sepeda motor berbahan bakar, punya efek buruh lho! Baik di saat motor dalam kondisi idle (berhenti) atau pun saat berjalan. Biasanya hal ini dilakukan pada sepeda motor yang menggunakan knalpot racing atau non standard.
Tujuannya selain ingin pamer bahwa sepeda motor yang digunakan punya suara lantang (menurut penggunanya), juga tak sedikit yang melakukannya karena ingin mengintimidasi pengguna jalan lain. Padahal aturan berlalu lintas, penggunaan knalpot bising, dikenakan sanksi tertentu.
Lalu apa akibat butuh dari ngocok tuas gas? Secara umum tentu ada beberapa alasan terutama kerusakan di komponen mesin. Di antaranya sebagai berikut:
-Kerusakan Komponen Mesin (Fatal)
Menurut Owner Kedai Riders, Yoyok, kebiasaan menggeber gas sebelum mematikan mesin dapat menyebabkan kerusakan serius pada komponen dalam mesin. Lantaran pelumasan yang tidak maksimal saat putaran mesin (RPM) naik-turun secara drastis secara tiba-tiba.
Baca Juga:
Bocoran Terbaru Skema Insentif Motor dan Mobil Listrik
-Mesin Cepat Panas (Overheat)
Menarik gas secara tiba-tiba meningkatkan beban kerja mesin secara drastis, yang mengakibatkan suhu mesin cepat panas dan berpotensi memicu overheat.
-Kampas Rem dan CVT Cepat Aus
Kebiasaan "ngocok" gas sambil menahan rem (biasanya pada motor matic) membuat mesin bekerja berlawanan dengan pengereman. Hal ini menyebabkan kampas rem cepat aus/panas, dan komponen CVT (V-belt dan kampas ganda) lebih cepat rusak.
-Pemborosan Bahan Bakar
Tindakan ini membuat konsumsi bahan bakar jauh lebih boros karena RPM mesin melonjak-lonjak tanpa tujuan.
-Risiko Keselamatan
Motor bisa meloncat secara tiba-tiba saat rem dilepas, yang sangat berbahaya bagi keselamatan berkendara.
Baca Juga:
Bocor Halus Bikin Pusing, Ini Cara Deteksi Kebocoran di Ban Mobil
Lebih spesifik lagi adalah buat para pengguna sepeda motor dengan tipe mesin tertentu, kadang saat mengocok tuas gas, ada bagian yang kosong lantaran pembakaran di ruang mesin tidak sempurna. Terutama untuk sepeda motor dengan tipe mesin 2 silinder.
Hal ini terjadi lantaran tipe mesin tersebut punya konfigurasi pembakaran yang menuntut pengendara tak mengocok tuas gas. Lalu juga tipe mesin sepeda motor mesin di bawah 500 cc dengan setelan torsi besar. Jadi tetap harus mengetahui karakter sepeda motornya. Jangan asal ngocok!
Jakarta - Pada beberapa kondisi, memainkan
tuas gas atau ngocok gas di
sepeda motor berbahan bakar, punya efek buruh lho! Baik di saat motor dalam kondisi idle (berhenti) atau pun saat berjalan. Biasanya hal ini dilakukan pada sepeda motor yang menggunakan
knalpot racing atau non standard.
Tujuannya selain ingin pamer bahwa sepeda motor yang digunakan punya suara lantang (menurut penggunanya), juga tak sedikit yang melakukannya karena ingin mengintimidasi pengguna jalan lain. Padahal aturan berlalu lintas, penggunaan knalpot bising, dikenakan sanksi tertentu.
Lalu apa akibat butuh dari ngocok tuas gas? Secara umum tentu ada beberapa alasan terutama kerusakan di komponen mesin. Di antaranya sebagai berikut:
-Kerusakan Komponen Mesin (Fatal)
Menurut Owner Kedai Riders, Yoyok, kebiasaan menggeber gas sebelum mematikan mesin dapat menyebabkan kerusakan serius pada komponen dalam mesin. Lantaran pelumasan yang tidak maksimal saat putaran mesin (RPM) naik-turun secara drastis secara tiba-tiba.
-Mesin Cepat Panas (Overheat)
Menarik gas secara tiba-tiba meningkatkan beban kerja mesin secara drastis, yang mengakibatkan suhu mesin cepat panas dan berpotensi memicu overheat.
-Kampas Rem dan CVT Cepat Aus
Kebiasaan "ngocok" gas sambil menahan rem (biasanya pada motor matic) membuat mesin bekerja berlawanan dengan pengereman. Hal ini menyebabkan kampas rem cepat aus/panas, dan komponen CVT (V-belt dan kampas ganda) lebih cepat rusak.
-Pemborosan Bahan Bakar
Tindakan ini membuat konsumsi bahan bakar jauh lebih boros karena RPM mesin melonjak-lonjak tanpa tujuan.
-Risiko Keselamatan
Motor bisa meloncat secara tiba-tiba saat rem dilepas, yang sangat berbahaya bagi keselamatan berkendara.
Lebih spesifik lagi adalah buat para pengguna sepeda motor dengan tipe mesin tertentu, kadang saat mengocok tuas gas, ada bagian yang kosong lantaran pembakaran di ruang mesin tidak sempurna. Terutama untuk sepeda motor dengan tipe mesin 2 silinder.
Hal ini terjadi lantaran tipe mesin tersebut punya konfigurasi pembakaran yang menuntut pengendara tak mengocok tuas gas. Lalu juga tipe mesin sepeda motor mesin di bawah 500 cc dengan setelan torsi besar. Jadi tetap harus mengetahui karakter sepeda motornya. Jangan asal ngocok!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)