Ilustrasi mobil bekas. Caroline
Ilustrasi mobil bekas. Caroline

Risiko Mobil Bekas Banjir Meningkat Saat Musim Hujan

Ekawan Raharja • 17 Februari 2026 16:54
Ringkasnya gini..
  • Musim hujan tingkatkan risiko mobil bekas banjir di pasar jelang mudik.
  • Kerusakan mesin dan kelistrikan sering muncul setelah beberapa bulan.
  • Garasi.id hadirkan inspeksi 170 titik untuk bantu konsumen cek mobil.
Jakarta: Musim hujan yang melanda berbagai wilayah Indonesia kembali memunculkan kekhawatiran di pasar mobil bekas. Curah hujan tinggi dan potensi banjir di sejumlah kawasan meningkatkan risiko beredarnya kendaraan yang pernah terendam air.
 
Kondisi ini menjadi perhatian, terutama menjelang periode mudik. Pada momen tersebut, kendaraan dituntut bekerja optimal untuk perjalanan jarak jauh. Mobil yang memiliki riwayat terendam banjir berpotensi menimbulkan gangguan serius ketika digunakan secara intensif.
 
Mobil yang terdampak banjir tidak selalu menunjukkan kerusakan secara langsung. Dalam banyak kasus, kendaraan masih dapat digunakan setelah banjir surut. Namun, air yang masuk ke ruang mesin, kabin, dan sistem kelistrikan dapat memicu masalah tersembunyi.

Dampak Jangka Panjang Mobil Bekas Terendam Banjir

Baca Juga: Bebas Bepergian Pas Imlek, Ganjil Genap di Jakarta Tidak Berlaku Hari Ini

1. Kerusakan pada Mesin dan Rangka

Paparan air dapat menyebabkan karat pada rangka dan baut, serta mempercepat korosi pada komponen penting. Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko menurunkan kekuatan struktur kendaraan.

2. Gangguan Sistem Kelistrikan dan Sensor

Sistem kelistrikan menjadi area paling rentan. Kerusakan sensor, gangguan sistem pengereman, hingga korsleting listrik sering kali baru muncul beberapa bulan setelah kejadian banjir.

3. Tantangan Mengidentifikasi Mobil Bekas Banjir

Salah satu tantangan utama bagi calon pembeli adalah sulitnya mengidentifikasi riwayat banjir hanya dari pemeriksaan visual. Interior mobil mungkin terlihat bersih karena telah dibersihkan.

Namun, sisa lumpur dapat tertinggal di balik karpet, saluran AC, dan celah bodi. Karena itu, pemeriksaan menyeluruh menjadi langkah penting sebelum mengambil keputusan pembelian.

4. Risiko Finansial Mobil Bekas Banjir

Selain aspek teknis, mobil bekas banjir juga membawa konsekuensi finansial. Nilai jual kendaraan cenderung menurun. Di sisi lain, biaya perawatan dan perbaikan dapat membengkak seiring waktu.
 
Banyak konsumen baru menyadari dampaknya setelah kendaraan digunakan dalam jangka panjang, ketika masalah mulai muncul satu per satu.

5. Pentingnya Inspeksi Mobil Bekas Secara Menyeluruh

Di wilayah dengan tingkat transaksi tinggi seperti Jakarta, inspeksi mobil bekas menjadi langkah preventif yang krusial. Risiko banjir perkotaan dan intensitas penggunaan kendaraan yang tinggi membuat riwayat mobil menjadi faktor penting sebelum pembelian dilakukan.
 
Menjawab kebutuhan tersebut, Garasi.id menghadirkan layanan Inspeksi Mobil Bekas dengan lebih dari 170 titik pengecekan. Layanan ini mencakup pengecekan detail pada:
  • Mesin dan transmisi, termasuk kondisi oli dan suara tidak wajar
  • Sistem rem, suspensi, dan kaki-kaki
  • Sistem kelistrikan, fitur interior, dan sistem keselamatan
  • Indikasi mobil bekas tabrakan atau banjir
  • Fungsi dasar seperti AC, wiper, dan sistem bahan bakar
  • Untuk mobil otomatis, teknisi memeriksa respons perpindahan gigi dan potensi slip transmisi. Sementara untuk mobil manual, pengecekan difokuskan pada kondisi kopling dan perpindahan gigi.

Hasil inspeksi diberikan dalam bentuk laporan digital lengkap dalam waktu 1x24 jam, disertai dokumentasi foto dan rekomendasi perbaikan.

“Musim hujan meningkatkan risiko beredarnya mobil bekas yang pernah terendam banjir. Pemeriksaan menyeluruh menjadi langkah penting agar konsumen tidak menghadapi masalah besar di kemudian hari,” ujar Ardy Alam, CEO Garasi.id.


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan