Ilustrasi berkendara di sirkuit. Yamaha
Ilustrasi berkendara di sirkuit. Yamaha

Safety Riding

Mau Ngebut Di Sirkuit? Ketahui Dulu Teknik Dasarnya

Ekawan Raharja • 23 November 2021 14:00
Jakarta: Memacu motor sport merupakan hal yang dinantikan pemiliknya karena tenaga yang ditawarkan memang cukup mumpuni. Nah untuk menggeber motor sport, alangkah baiknya di tempat yang aman seperti di sirkuit,
 
Pembalap Yamaha Racing Indonesia, M Faerozi, menjelaskan butuh kesiapan dan teknik yang tepat untuk memacu di sirkuit. Hal ini dikarenakan karakteristik jalan raya dengan sirkuit berbeda.
 
”Memacu motor sport fairing di sirkuit memberikan sensasi tersendiri. Dan untuk dapat berkendara di lintasan sirkuit dengan maksimal, diperlukan pemahaman dan cara berkendara yang sesuai karena berbeda dengan cara berkendara di jalan raya," ungkap M Faerozi melalui keterangan resminya.
 
Faerozi kemudian membagikan poin-poin tips berkendara menggunakan motor sport di lintasan balap;
 

1. Persiapan Fisik

Kondisi fisik harus optimal karena berkendara dalam kecepatan tinggi di sirkuit dengan konsentrasi penuh dapat menguras tenaga. Istirahat yang cukup sebelum berkendara agar tidak mengantuk atau lelah sehingga menjaga konsentrasi saat riding. Selain itu, lakukan pemanasan sebelum balapan untuk melenturkan badan.
 
 

2. Safety Gear

Gunakan kelengkapan safety gear yang nyaman dan dapat memberikan perlindungan maksimal yang mengikuti standar balap mulai dari helm full face yang ukurannya pas di kepala untuk kenyamanan dan safety. Jika longgar bisa mengganggu ketika balapan karena hantaman angin bisa membuat helm goyang atau posisinya bisa berubah, sedangkan helm yang sempit memberikan tekanan berlebih di kepala yang menyebabkan pusing.
 
Gunakan Sarung tangan yang menutupi semua bagian tangan dan jari agar bagian tubuh itu terlindungi serta mendukung kenyamanan saat handling dan pengereman. Begitu pula wearpack dan sepatu yang digunakan khusus untuk balapan dan sesuai size pembalap untuk kenyamanan serta aman.
 

3. Posisi Berkendara

Saat di trek lurus posisi badan lebih menunduk, kepala juga menunduk, posisi tangan dan kaki menjepit tangki, posisi bokong mundur ke belakang yang turut membantu memudahkan badan menunduk. Dengan posisi seperti ini bertujuan untuk meminimalisir hambatan dari terpaan angin untuk mendapatkan aerodinamika yang baik sehingga saat trek lurus bisa lebih cepat.
 
Jika masuk tikungan, posisi badan disesuaikan misalnya tikungan ke kanan maka posisi badan cenderung bergeser ke kanan, begitu juga sebaliknya (lean in) dan posisi kaki sisi dalam tikungan agak dibuka. Posisi ini bermanfaat agar lebih kuat menahan motor dari gaya sentrifugal.
 
Selain itu, saat akan memasuki tikungan, posisi motor/racing line motor ada di bagian luar atau tengah tikungan, agar saat keluar tikungan motor tidak melebar serta menghindari tabrakan dengan pengendara lain.
 
 

3. Teknik Berkendara

Lakukan pengereman ketika posisi motor lurus sebelum menikung, hindari melakukan pengereman saat posisi motor miring, ini akan membuat motor kehilangan keseimbangan dan roda mudah kehilangan grip/slip. Lakukan pengereman terlebih dahulu, lepas rem lalu menikung.
 

4. Fitur dan Teknologi yang Membantu Pengendara Di Sirkuit

-Assist & Slipper Clutch
Sangat bermanfaat di sirkuit karena saat melakukan perpindahan gear tidak membuat tangan lelah karena tarikan kopling yang ringan. Efek engine break juga diminimalisir saat akan masuk tikungan dan biker melakukan penurunan gear. Hal ini pun turut menjaga part motor seperti gear set, rantai dan kampas kopling jadi lebih awet.
 
- Suspensi Up Side Down
Membuat motor lebih stabil saat akselerasi, pengereman dan menikung.
 
- Variable Valve Actuation (VVA)
Manfaat VVA sangat terasa saat melaju di sirkuit dimana torsi merata di setiap putaran mesin dan tenaga motor lebih besar. Karena dari rpm bawah sudah optimal dan tidak butuh waktu lama untuk perpindahan dari rpm rendah ke rpm tinggi.
 
- Shift Timing Light
Bermanfaat untuk memberikan tanda kepada biker untuk melakukan penggantian gear yang tepat agar tenaga motor dapat terjaga dengan maksimal (disarankan penggantian gear/shift up di rpm maksimum power 10.000 rpm).
 
(ERA)
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif