Suzuki punya alasan tersendiri mengapa menggunakan ban berukuran 12 inci di Burgman Street 125 EX. Medcom.i/Ahmad Garuda
Suzuki punya alasan tersendiri mengapa menggunakan ban berukuran 12 inci di Burgman Street 125 EX. Medcom.i/Ahmad Garuda

6 Penyebab Ban Belakang Motor Matic Goyang, Jangan Diabaikan!

Ekawan Raharja • 27 Oktober 2026 09:13
Ringkasnya gini..
  • Ban belakang motor matic goyang bisa disebabkan tekanan angin tidak sesuai, ban aus, pelek bengkok, atau kerusakan komponen pendukung.
  • Engine mounting, bearing roda, dan shockbreaker yang rusak juga dapat mengganggu kestabilan motor matic saat berkendara.
  • Jika ban belakang terasa oleng, jangan memaksakan motor tetap digunakan. Segera periksa kondisi kendaraan di bengkel.
DKI Jakarta: Ban belakang motor matic goyang atau terasa oleng saat berkendara dapat mengganggu kestabilan dan meningkatkan resiko kecelakaan. Kondisi ini bisa disebabkan tekanan angin yang tidak sesuai, ban aus, pelek bengkok, hingga kerusakan komponen penunjang roda.

Mengutip dari situs resmi Suzuki Indonesia, Ada setidaknya enam penyebab ban belakang motor matic goyang yang perlu diketahui pengendara.

1. Tekanan Angin Ban Tidak Sesuai

Tekanan angin yang terlalu rendah atau berlebihan dapat memengaruhi kestabilan motor matic. Ban yang kekurangan angin dalam waktu lama beresiko mengalami keausan tidak merata dan meningkatkan resiko kerusakan pelek.

Sebaliknya, tekanan angin yang berlebihan membuat ban terasa lebih keras dan dapat mengurangi daya cengkeram terhadap permukaan jalan. Karena itu, periksa tekanan angin secara berkala dan sesuaikan dengan rekomendasi pabrikan untuk menjaga kenyamanan serta kestabilan berkendara.

2. Ban Sudah Aus atau Pemasangannya Kurang Tepat

Ban yang sudah berusia tua, aus, atau mengalami retak dapat kehilangan kemampuan untuk menapak dengan baik di permukaan jalan. Kondisi tersebut bisa membuat roda belakang terasa tidak stabil saat motor melaju.
 

Ban baru juga dapat menyebabkan masalah apabila pemasangannya tidak presisi. Karena itu, setelah mengganti ban, pastikan pemasangannya dilakukan dengan benar agar putaran roda tetap stabil. Jika ban sudah aus atau rusak, segera lakukan penggantian.

3. Karet Engine Mounting Rusak

Engine mounting merupakan komponen yang menghubungkan mesin dengan rangka motor matic. Selain menopang mesin, komponen ini membantu meredam getaran selama kendaraan digunakan.

Apabila karet engine mounting mulai longgar, getas, atau rusak, posisi mesin dapat terganggu dan memengaruhi kestabilan motor. Gejala tersebut bisa membuat roda belakang terasa goyang, terutama ketika motor melaju.

Pemeriksaan engine mounting diperlukan untuk memastikan kondisi karet dan dudukan mesin masih berfungsi dengan baik.

4. pelek Bengkok

pelek yang bengkok akibat benturan, misalnya saat melewati lubang jalan, dapat mengganggu putaran roda. Akibatnya, ban belakang terasa oleng dan kestabilan motor berkurang.

Kerusakan pelek juga perlu segera ditangani karena dapat memengaruhi kondisi ban dan keselamatan berkendara. Jika pelek terlihat bengkok atau roda berputar tidak normal, mintalah teknisi memeriksa kondisinya untuk menentukan apakah masih dapat diperbaiki atau perlu diganti.
 

5. Bearing As Roda Aus

Bearing roda berfungsi menopang poros agar roda dapat berputar dengan lancar sekaligus membantu menjaga kestabilannya. Ketika bearing aus atau mengalami kerusakan, roda belakang dapat terasa longgar dan goyang.

Kondisi jalan yang buruk serta masalah pelumasan dapat menjadi faktor yang memengaruhi keausan komponen tersebut. Jika bearing mengalami kerusakan, teknisi perlu memeriksa dan menggantinya sesuai kebutuhan.

6. Shockbreaker Mengalami Kerusakan

Shockbreaker berfungsi meredam guncangan ketika motor melewati permukaan jalan yang tidak rata. Jika komponen ini mengalami kerusakan, kemampuan suspensi dalam menjaga kestabilan kendaraan dapat menurun.

Beberapa masalah yang perlu diperhatikan antara lain kebocoran oli, karat, dan keretakan pada komponen. Shockbreaker yang tidak bekerja optimal dapat membuat motor terasa kurang stabil ketika melintasi jalan bergelombang.

Pemeriksaan suspensi di bengkel diperlukan untuk mengetahui sumber masalah dan menentukan penanganan yang tepat.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan