Jakarta : Ban motor bocor menjadi salah satu masalah yang bisa terjadi kapan saja saat berkendara. Dalam kondisi seperti ini, pengendara sebaiknya tidak nekat tetap menarik gas dan melanjutkan perjalanan.
Melansir dari laman Federal Oil, ban motor yang bocor dapat menimbulkan risiko bagi keselamatan pengendara maupun pengguna jalan lainnya. Ketika menyadari ban mengalami kebocoran, pengendara disarankan berhenti terlebih dahulu untuk memeriksa kondisinya.
Mekanik bengkel RHS Motor di Ciledug, Rusman, menyarankan pengendara mengecek apakah terdapat paku atau benda lain yang menusuk ban dan menjadi penyebab kebocoran.
Kondisi ban juga perlu diperhatikan berdasarkan jenisnya, apakah menggunakan ban dalam atau tubeless.
Risiko Tetap Mengendarai Motor dengan Ban Bocor
Pada ban yang menggunakan ban dalam atau tube type, benda yang menusuk ban dapat dicabut setelah kendaraan berhenti. Pasalnya, jika motor tetap digunakan dalam kondisi tersebut, lubang pada ban dalam dikhawatirkan semakin lebar sehingga ban dapat semakin terkoyak.
Sementara itu, pada ban tubeless, benda yang menusuk ban sebaiknya tidak langsung dicabut. Menurut penjelasan Rusman yang dikutip Federal Oil, benda tersebut masih dapat membantu menjaga tekanan udara pada ban sehingga sebaiknya dibiarkan terlebih dahulu sampai motor dibawa ke tukang tambal ban.
Baca Juga :
Rekomendasi Motor Matik yang Cocok buat Cewek
Risiko lainnya muncul ketika motor tetap dipaksa berjalan dalam kondisi ban sudah bocor. Pada ban yang menggunakan ban dalam, ban bagian dalam dapat melipat dan kemudian mengalami sobekan yang lebih besar.
Selain berpotensi memperparah kerusakan ban, kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko pengendara kehilangan kendali atas motor. Risiko ini dapat menjadi lebih berbahaya ketika motor melewati tikungan atau harus melakukan pengereman secara mendadak.
Karena itu, setelah mengetahui ban mengalami kebocoran, pengendara sebaiknya tidak lagi mengendarai motor tersebut. Motor dapat dituntun secara perlahan menuju bengkel atau tempat tambal ban terdekat.
Langkah tersebut memang membuat perjalanan menjadi lebih lama, tetapi dapat menghindarkan pengendara dari risiko yang lebih besar akibat memaksakan motor tetap berjalan dengan kondisi ban bocor.
(Ellen Octovia Suherman)
Jakarta : Ban motor bocor menjadi salah satu masalah yang bisa terjadi kapan saja saat berkendara. Dalam kondisi seperti ini, pengendara sebaiknya tidak nekat tetap menarik gas dan melanjutkan perjalanan.
Melansir dari laman
Federal Oil,
ban motor yang bocor dapat menimbulkan risiko bagi keselamatan pengendara maupun pengguna jalan lainnya. Ketika menyadari ban mengalami kebocoran, pengendara disarankan berhenti terlebih dahulu untuk memeriksa kondisinya.
Mekanik bengkel RHS Motor di Ciledug, Rusman, menyarankan pengendara mengecek apakah terdapat paku atau benda lain yang menusuk ban dan menjadi penyebab kebocoran.
Kondisi ban juga perlu diperhatikan berdasarkan jenisnya, apakah menggunakan ban dalam atau tubeless.
Risiko Tetap Mengendarai Motor dengan Ban Bocor
Pada ban yang menggunakan ban dalam atau tube type, benda yang menusuk ban dapat dicabut setelah kendaraan berhenti. Pasalnya, jika motor tetap digunakan dalam kondisi tersebut, lubang pada ban dalam dikhawatirkan semakin lebar sehingga ban dapat semakin terkoyak.
Sementara itu, pada ban tubeless, benda yang menusuk ban sebaiknya tidak langsung dicabut. Menurut penjelasan Rusman yang dikutip Federal Oil, benda tersebut masih dapat membantu menjaga tekanan udara pada ban sehingga sebaiknya dibiarkan terlebih dahulu sampai motor dibawa ke tukang tambal ban.
Risiko lainnya muncul ketika motor tetap dipaksa berjalan dalam kondisi ban sudah bocor. Pada ban yang menggunakan ban dalam, ban bagian dalam dapat melipat dan kemudian mengalami sobekan yang lebih besar.
Selain berpotensi memperparah kerusakan ban, kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko pengendara kehilangan kendali atas motor. Risiko ini dapat menjadi lebih berbahaya ketika motor melewati tikungan atau harus melakukan pengereman secara mendadak.
Karena itu, setelah mengetahui ban mengalami kebocoran, pengendara sebaiknya tidak lagi mengendarai motor tersebut. Motor dapat dituntun secara perlahan menuju bengkel atau tempat tambal ban terdekat.
Langkah tersebut memang membuat perjalanan menjadi lebih lama, tetapi dapat menghindarkan pengendara dari risiko yang lebih besar akibat memaksakan motor tetap berjalan dengan kondisi ban bocor.
(Ellen Octovia Suherman)
(SAW)