DKI Jakarta: Lagi-lagi subsidi untuk motor listrik di tunda. Kali ini pemerintah menjanjikan insentif kendaraan listrik roda dua bakal diberikan bulan depan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan penundaan ini bertujuan untuk mematangkan mekanisme pelaksanaan agar program tepat sasaran. Sedianya, program bantuan ini direncanakan mulai berlaku pada Juni 2026.
“Insentif sepeda motor listrik kemarin dikaji lagi, tambahan satu bulan,” ujar Airlangga dikutip dari Media Indonesia.
Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah saat ini masih perlu membahas detail teknis dengan kementerian dan lembaga terkait. Hal ini dilakukan guna memastikan seluruh aspek operasional siap saat program resmi digulirkan pada Juli mendatang.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, sempat menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan stimulus kendaraan listrik dengan target kuota masing-masing 100 ribu unit untuk mobil listrik dan sepeda motor listrik pada tahun ini.
Baca Juga:
Jajal GWM Tank 300, Cara Unik Memperlihatkan Lo Orang Mampu!
Berdasarkan rencana awal, pemerintah memperkirakan nilai insentif untuk sepeda motor listrik sebesar Rp5 juta per unit dalam Mata Uang Rupiah. Namun, angka final serta skema penyalurannya masih menunggu pengumuman resmi setelah pembahasan lintas sektoral selesai.
Kebijakan insentif kendaraan listrik ini bukan sekadar upaya mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan, namun juga memiliki dimensi strategis dalam ketahanan energi nasional. Pemerintah berharap langkah ini dapat menekan ketergantungan pada impor Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Insentif kendaraan listrik diberikan untuk menekan impor BBM di tengah harga minyak global yang diperkirakan masih tetap tinggi dalam beberapa bulan ke depan,” pungkas Airlangga.
DKI Jakarta: Lagi-lagi subsidi untuk
motor listrik di tunda. Kali ini pemerintah menjanjikan
insentif kendaraan listrik roda dua bakal diberikan bulan depan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan penundaan ini bertujuan untuk mematangkan mekanisme pelaksanaan agar program tepat sasaran. Sedianya, program bantuan ini direncanakan mulai berlaku pada Juni 2026.
“Insentif sepeda motor listrik kemarin dikaji lagi, tambahan satu bulan,” ujar Airlangga dikutip dari Media Indonesia.
Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah saat ini masih perlu membahas detail teknis dengan kementerian dan lembaga terkait. Hal ini dilakukan guna memastikan seluruh aspek operasional siap saat program resmi digulirkan pada Juli mendatang.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, sempat menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan stimulus kendaraan listrik dengan target kuota masing-masing 100 ribu unit untuk mobil listrik dan sepeda motor listrik pada tahun ini.
Berdasarkan rencana awal, pemerintah memperkirakan nilai insentif untuk sepeda motor listrik sebesar Rp5 juta per unit dalam Mata Uang Rupiah. Namun, angka final serta skema penyalurannya masih menunggu pengumuman resmi setelah pembahasan lintas sektoral selesai.
Kebijakan insentif kendaraan listrik ini bukan sekadar upaya mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan, namun juga memiliki dimensi strategis dalam ketahanan energi nasional. Pemerintah berharap langkah ini dapat menekan ketergantungan pada impor Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Insentif kendaraan listrik diberikan untuk menekan impor BBM di tengah harga minyak global yang diperkirakan masih tetap tinggi dalam beberapa bulan ke depan,” pungkas Airlangga.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(UDA)